Pertemuan DPR RI Gubernur dan Bupati se Kepri, Apri Usulkan Pelabuhan Bongkar Muat di Bintan





WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Pertemuan Komisi V DPR RI dengan Gubernur Kepri, Bupati se Kepri terkait Pembangunan Infrastruktur dan transportasi di Provinsi Kepri, berlangsung di Ruang Sulawesi Hotel Bintan Lagoon Resort Jalan Indera Segara, Site A12 Lagoi Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, Kamis (12/12/2019).

Terut hadir dalam kegiatan tersebut antaranya adalah Ir. Ridwan Bae (Wakil Ketua Komisi V DPR RI/Ketua Tim) dan Anggota Komisi V DPR RI, Isdianto (Plt. Gubernur Kepri), Ansar Ahmad (Anggota DPR RI), Apri Sujadi (Bupati Bintan), Naharudin (kepala Bapeda Kepri), Yanuar Adi Legowo (KBDO Binda Kepri), Kolonel Laut Arief (Lantamal IV Tanjungpinang), Kolonel Laut Napitupulu (Kanwil Kemenhan Kepri), Sigit Purnomo (Kajari Bintan), Komandan Lanud RHF Tanjungpinang, Kepala OPD Kepri, Kepala OPD Bintan dan seluruh Mitra Kerja Komisi V DPR RI.

Isdianto (Plt. Gubernur Kepri) dalam paparannya dalam pembangunan Provinsi Kepri, antaranya adalah Usulan proyek strategis Provinsi Kepri pada RPJMN 2020-2024, diharapkan usulan ini dapat dibawa oleh Komisi V ke pusat, sehingga dapat diterima oleh DPR RI.

Ia juga mengatakan bahwa APBD Kepri sangat kecil, sehingga perlu sinergitas dengan pemerintah Pusat.

Ucapan terima kasih terkhusus diberikan kepada Ansar Ahmad yang telah menyetujui usulan terkait pembangunan di Kepri, sehingga usulan pembangunan Prioritas dapat disampaikan ke Komisi V DPR RI.

Inilah usulan prioritas Kepri diantaranya adalah, Pembangunan Jembatan Batam – Bintan, Pembangunan Waduk Busung, Pembangunan pelabuhan bongkar muat Kundur, Penetapan status hak labuh jangkar, Pembentukan Balai Jalan Nasional, serta BPTD Kepri yang disampaikan oleh Plt Gubernur Kepri.

Selanjutnya disampaikan Usulan prioritas pembangunan dari masing – masing Kabupaten/kota di Kepri, antaranya adalah usulan dari Kota Tanjunginang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga.

Ir. Ridwan Bae (Wakil Ketua Komisi V DPR RI/Ketua Tim) dalam sambutannya mengatakan bahwa Kami telah mendengarkan paparan dan penjelasan, namun kami perlu mendengar pandangan komisi V terhadap apa yang menjadi harapan dari Plt. Gubernur Kepri.

H. Hasan Basri (Anggota Komisi V DPR RI) juga mengatakan bahwa Kami sudah melakukan pengecekan ke lapangan, potensi yang dimiliki Kepri, pantas untuk diperjuangkan di komisi V. terutama jembatan Batam – Bintan yang anggarannya sampai Rp 7 Triliun.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya khawatir penduduk asli nantinya jadi penonton, untuk itu perhatikan penduduk asli untuk ikut dalam pembangunan, mengingat angka kemiskinan Kepri, sekitar 5.14 persen, cukup baik bila dibandingkan privinsi lain, dengan pembangunan yang dilakukan swasta harus dipikirkan, Pemerintah dapat apa? Sehingga harus jelas jelas perjanjiannya,tegasnya.

Jhoni Allen Anggota Komisi V DPR RI mengatakan Program yang diusulkan harus dipastikan memiliki strategis nasional, sehingga betul-betul dapat diperjuangkan nantinya.

Dirjen Perhubungan Darat mengatakan Pembangunan Jembatan Batam-Bintan masih dilakukan pembicaraan terkait tinggi jembatan usulan ketinggian antara 60 dan 50 meter sehingga masih perlu di sepakati.

Ansar Ahmad (Anggota Komisi V DPR RI) mengatakan bahwa Usulan masing-masing Kabupaten harus yang menjadi prioritas.

“Saya akan rapat secara khusus dengan Provinsi, Kabupaten bersama kepala Balai,” ujar Ansar Ahmad.

Bandara Busung merupakan bandara swasta pertama yang dibangun pihak swasta. Hari ini perijinannya sudah selesai, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan kembali.

Diharapkan pertemuan ini ada tindak lanjut di Komisi V, sehingga apa yang diharapkan Pemerintah dan masyarakat dapat tercapai.

Apri Sujadi (Bupati Bintan) mengatakan bahwa dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap pertemuan ini, karena menurutnya wajah Indonesia dapat dilihat dari kemajuan Kepri, Bintan memiliki KEK dan FTZ untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.

Bintan tidak memiliki pelabuhan bongkar muat yang presentatif, padahal Pemkab Bintan pernah menghibahkan lahan untuk pembangunan pelabuhan bongkar muat. Bintan pada urutan ke 3 terhadap kunjungan Wisman di Indonesia. Untuk itu diperlukan infrastruktur pendukung pariwisata.

Dilanjutkan dengan pemberian plakat dan cendera mata dari Plt. Gubernur Kepri Kepada Anggota Komisi V, Usulan prioritas pembangunan yang di usulkan oleh Plt. Gubernur Kepri mendapat respon positif dari anggota Komisi V DPR RI. (Rama).



PKP DREAMLAND

DEWAN PERS WARTAKEPRI