Demi Meraup Keuntungan, Lima Tersangka Pemalsuan Data Kartu Perdana Dibekuk Polisi

216

WARTAKEPRI.CO.ID, BATAM- Jajaran Polsek Batam kota mengamankan lima pelaku tindak pidana telekomunikasi. Kelima tersangka masing-masing berinisial (SS), (JA), (JH), (JN), dan (K).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Prasetyo Rachmad Purboyo menyampaikan, para tersangka ini merupakan agen kartu perdana celuler yang memiliki jaringan antar Provinsi.

“Jadi, Mereka beli kartu ke dealer operator seluler resmi, setelah itu mereka aktifasi sendiri menggunakan data yang diambil dari orang lain tanpa sepengetahuan si pemilik data,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Prasetyo Rachmad Purboyo, Didampingi Wakapolresta AKBP Junoto, Kasatreskrim Kompol Andri Kurniawan, Kapolsek Batam kota, pada Rabu (8/1/2020) di Lobby Mapolresta Barelang.

Prasetyo menuturkan, dalam aksinya tersangka mampu dalam satu hari dapat meregristrasi sebanyak lima ribu kartu perdana.

“Mereka melakukan kartu aktif lalu diperjual belikan dengan selisih harga Rp 2 ribu hingga 3 ribu dari harga kartu normal yang belum teregristrasi,” tutur Prasetyo.

Dari pengungkapan pelaku, Mereka melaksanakan aktivasi sendiri dengan mengambil KK NIK dari aplikasi dengan alat.

Dimana setelah melakukan aktifasi Nomor ini dijual ke beberapa provisi seperti Sumbar, Jambi, Bangka Belitung, Riau dan daerah lainnya.

“Pelanggan dengan mudahnya mendapatakan kartu tanpa adanya registrasi. Karena kartu sudah tinggal pakai saja,” ucapnya.

Dalam aksinya pelaku dengan mudahnya mengakses Server kominfo untuk pengambilan data hingga di dijebol supaya mengetahui NIK seseorang,” katanya.

Sementara itu, Pihak telkomsel mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian khususnya Polresta Barelang dengan kejadian ini, tentunya kami telkomsel mengapresiasi dalam menumpas kejahatan yang memanfaatkan melalui kartu perdana,” sebutnya.

“Sekali kami dari pihak telkomsel sama sekali tidak ada kerugian, sebab ini langsung Outlet dialer yang resmi,” Sambung Prasetio.

Kepada tersangka atas perbuatannya, dijerat Pasal 35 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008.

Dengan ancaman hukumannya kurungan hingga 12 tahun penjara serta denda sebesar Rp12 miliar. (Taufik chan)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel