WARTAKEPRI.CO.ID – Satu flight Pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 16 Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru masih terlihat siaga monitor pergerakan dari atas udara laut Natuna Utara.
Jet tempur Ber Home Base di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Ranai-Natuna, Kamis (9/1/2020).
Adapun keberadaan pesawat tempur tersebut melaksanakan patroli udara di wilayah laut teritorial dan wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Natuna.
Dari Foto terlihat F16 Skadron Udara 16 mengintari diatas Laut Natuna Utara dengan persenjataan Rudal Sidewinder.
Selain satu flght Pesawat F-16, patroli udara juga melibatkan satu tim Sar Helly Super Puma dari Skadron Udara 8 Atang Sendjaja, Bogor, satu Tim SAR dari Batalyon 465 Pasukan khas TNI AU Lanud Supadio Pontianak dan air crew maupun ground Skadron Udara 16 Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin serta didukung satu pesawat C-130 Herkules dari Lanud Abdurahman Saleh.

Kedatangan 4 pesawat tempur tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skadron 16, Letkol Pnb Bambang “Bramble” Apriyanto akan melaksanakan tugas patroli udara di wilayah laut teritorial dan wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Natuna beberapa hari kedepan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 1 Laksamana Madya TNI Yudo Margono, memastikan perairan Natuna masih dijaga ketat meski dua buah coast guard milik China sudah bergeser dari Zona Ekonomi Esklusif (ZEE).
Pangkogabwilhan 1 yang menangani langsung perselisihan batas teritori kedaulatan Indonesia dengan China di perairan Natuna.
Walaupun kapal itu sudah keluar, patroli dari unsur laut dan udara masih kita pertahankan,” kata Laksamana Madya Yudo Margono seperti ditulis dari Liputan6.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan, meski langkah negosiasi diutamakan namun pemerintah tetap akan membangun pertahanan militer di Pulau Natuna.
Isu panas masuknya kapal nelayan China yang dikawal oleh militer mereka ke perairan Natuna juga mendapat perhatian Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Presiden yang meninjau langsung ke Natuna menegaskan, bahwa ZEE memang belum masuk dalam teritorial wilayah Indonesia. Namun, segala kekayaan alamnya yang berada di dalamnya adalah hak berdaulat Indonesia untuk dimanfaatkan. (Uds)

























