Bupati Lingga Tegaskan agar PT SSLP Kembalikan Sertifikat Warga Desa Linau

24

WARTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga melalui Asisten ll bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lingga Yusrizal S.E menyampaikan pesan Bupati Lingga Alias Wello kepada PT.SSLP agar mengembalikan sertifikat lahan milik Warga Desa Linau saat melakukan pendampingan dalam pelaksanaan rapat pertemuan kedua belah pihak di Aula Polres Lingga, Sabtu (11/01/2020).

Permintaan pengembalian Sertifikat tersebut di sampaikan dengan tegas saat berlangsungnya rapat pertemuan.

Dikatakan Yusrizal alasan pihak PT.SSLP yang menahan sertifikat lahan Warga karna tidak mendapatkan izin Pemerintah Kabupaten Lingga untuk beroperasi kembali dengan tidak lagi menanam sawit di duga melakukan penyanderaan terhadap hak milik Warga.

Sebelumnya pihak PT Maryono Landung mengatakan sudah berulang kali melayangkan permohonan izin untuk berinvestasi namun sampai dengan tahun 2020 izin tersebut tidak di tanggapi oleh Bupati Lingga Alias Wello.

“Kami sudah beberapa kali melakukan Permohonan izin Perusahaan kami kepada Pemerintah Kabupaten Lingga untuk Berinvestasi kembali dengan maksud untuk membantu Ekonomi Warga Masyarakat namun sampai saat ini kami tidak mendapatkan respon dalam hal ini secara tertulis,” ucap Maryono.

Yusrizal menyambut baik niat yang di utarakan, namun dirinya mengatakan Bupati Lingga Berpesan agar PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima mengembalikan dulu Sertifikat milik Warga tersebut.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

“Pihak perusahaan melakukan permintaan izin kepada Pemerintah untuk berinvestasi kembali namun tidak mendapatkan izin akan tetapi hak masyarakat tidak harus menjadi korban jadi hal ini urusan sebenarnya antara pihak Perusahaan dengan Pemerintah dan saya menyampaikan pesan Bupati Lingga PT.SSLP harus mengembalikan hak milik Warga Desa Linau” tegasnya.

Sementara itu di tempat yang sama Yufik Sapita Mantan Ketua Koperasi Unit Desa Bersama (KOPUMA) mengatakan sejak tahun 2006 dirinya bersama PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima membuat kesepakatan kerjasama akan tetapi sampai tahun 2016 Perusahaan yang bergerak di bidang Kelapa Sawit tidak melakukan Pembangunan Perkebunan.

“Kami yang membuat laporan dugaan penggelapan sertifikat itu sebenarnya sudah muak dengan janji-janji yang di lakukan pihak PT yang mengatakan ingin mengembalikan sertifikat kami dari awal-awal semenjak laporan itu di buat jadi ceritanya kami Masyarakat ini seperti di bodohi.” pungkasnya. (*)

Kiriman : Ravi Azhar

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI BBK MURAH