Wartakepri.co.id, ANAMBAS – Suasana pasar inpres, yang berada di jalan Hangtuah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas, hari ini tampak sepi pengunjung, beberapa pedagang sayur tampak duduk lesu menunggu pembeli yang datang. Senin (30/3/2020).
Sayuran hijau dan bahan bahan kebutuhan pokok lainnya juga terlihat masih berjejer tinggi di depan warung sayur salah satu pedagang, yang ada di pasar inpres Tarempa.
“Beli apa ibu, lihat dulu Bu,” teriak ibu penjual sayur, Ina (37) kepada pembeli yang lewat, tepat dimana awak media berdiri di sampingnya.
Pantauan dilokasi stok sayuran seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, dan sayuran segar lainnya tampak banyak, hal itu bukan didatangkan dari luar daerah, melainkan hasil tanaman petani yang ada di Anambas, saja.
“Alhamdulillah ditengah virus Corona (Covid-19) ini masih ada yang beli sayur ke sini, lumayan lah kalau pagi-pagi ada juga yang beli. Pembeli masih normal seperti biasa, kurang tau kalau 2 atau 3 hari kedepan ya, semoga saja tidak berdampak pada kami masyarakat kecil” ucapnya kepada sejumlah awak media.
Mengingat bahwa warung- warung kopi, atau rumah makan yang saat ini membatasi pengunjung makan ditempat. Alhasil membuat omset rumah makan pun menurun, begitu juga dengan kami yang menjual kebutuhan untuk rumah makan yang juga menurun, namun ya Alhamdulillah masih ada jugalah yang beli, namun sudah tidak seperti biasanya.
“Sejauh ini harga cabai dan bawang masih relatif normal, yang turun saat ini harga telur ayam, kalau untuk harga harga lainnya masih aman seperti biasanya, semoga wabah Covid-19 cepat berlalu,” harapnya.
Untuk harga telur ayam turun di kisaran Rp 5 ribu dapat 3 butir telur, biasanya 2 butir 500, Jadi untuk harga satuan Rp 1.800 rupiah. Akan tetapi masyarakat Anambas biasanya membeli telur dalam jumlah banyak, jarang ada yang membeli satuan, karena jika beli banyak harga yang ditawarkan jauh lebih murah, sedangkan untuk harga cabai merah Rp 95 ribu, jika dijual per onsnya Rp 10 ribu. Cabai rawit kampung Rp 90 ribu dan jika dijual per ons juga Rp 10 ribu.
Stok sayuran seperti kangkung, sawi, bayam, dan kacang panjang, di ambil langsung dari petani daerah yang bercocok tanam di daerah Rintis, Kecamatan Siantan Selatan.
“Sayur ini biasanya di antar 3 hari sekali, seperti ini baru saja datang sayurnya tadi, sekali datang bisa 10 kilo saya ambil,” kata Ina. (Rama)





















