Walikota dan Forkominda Setuju Kota Batam Dikarantina dan Larang Keluar Rumah Sampai 14 April 2020 – WartaKepri
1,226 views

Walikota dan Forkominda Setuju Kota Batam Dikarantina dan Larang Keluar Rumah Sampai 14 April 2020

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Walikota Batam menilai tahapan awal pembatasan atau Physical Distancing selama 14 hari telah berlalu, dan hasilnya tidak berhasil menurunkan jumlah angka Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan terus bertambah Pasien Dalam Perawatan (PDP). Walikota melihat di Kecamatan Batuaji, Sagulung, warga masih banyak kumpul-kumpul padahal sudah diimbau dan ditegaskan.

“Sebelum kita mulai pembahasan, saya ingin bertanya pada Bapak, Ibu sekalian, apakah physical distancing yang kita lakukan 14 hari terakhir ini berhasil? Apa berhasil Bapak, Ibu? Kalau menurut saya tidak berhasil, kenapa tidak berhasil? Karena kita ketahui bersama jumlah pasien terus bertambah, dan yang positif juga bertambah, itu makanya saya bilang tak berhasil,” papar Walikota Batam yang juga Ketua BP Batam, HM Rudi SE,MM saat membuka Rapat Penanganan Corona bersama Forum Pimpinan Daerah dan Media di Alun-Alun Engku Putri, Batamcentre, Selasa (31/3/2020) pagi

Walikota Batam juga menyampaikan kesalutannya kepada TNI dan Polri yang telah aktif melakukan penyemprotan di sejumlah tempat.

“Saya salut dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Danlanal yang sudah maksimal melakukan penyemprotan, imbauan-imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah, tapi tanpa ada kesadaran dari masyarakat, tanpa ada dukungan dari tokoh masyarakat, semuanya sia-sia,” lanjut Rudi.

Orang nomor satu di Batam itu mengatakan tingkat kesadaran masyarakat yang tampak terhadap bahaya corona ini hanya terlihat di pusat kota.

Untuk itu, sebagai langkah serius 14 hari ke depan, dimulai dari hari ini, Walikota Batam meminta kesepakatan dari Forkopinda dan tokoh masyarakat terlebih DPRD Batam, untuk melakukan isolasi atau karantina mandiri seluruh warga Batam.

“Tidak boleh ada yang keluar dari rumah tanpa ada aktifitas yang mendesak, tidak boleh lagi kumpul-kumpul, bekerjalah dari rumah, kecuali mereka yang memang perusahaannya tidak menerapkan kerja dari rumah,” tegas Walikota Batam.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sembako, Rudi mengatakan pihaknya telah mencanangkan pemberian sembako gratis kepada masyarakat Batam yang dinilai kurang mampu, yang kalau tidak bekerja maka tidak ada makanan di rumahnya.

“Jumlah kepala keluarga di Kota Batam ini sekitar 450 ribu, kita ambil setengahnya saja berarti sekitar 200 ribu kepala keluarga, yang akan kita berikan sembako gratis selama masa isolasi atau karantina mandiri ini,” paparnya.

Siapa-siapa saja mereka? Rudi mengatakan data itu akan diperoleh dari Lurah yang berkoordinasi dengan RT dan RW di lingkungannya.

“By name, by addres, by nomor telepon, jadi yang mendapatkan itu akan dihubungi satu persatu untuk mengambil sembako,” ungkapnya.

Sembako yang dimaksud yakni 20 kilo beras, 2 kilo gula pasir dan 2 kilo minyak goreng.

“Anggarannya dari mana? Dari pemerintah, dari BP Batam, kalau tak ada kita hutang dulu, yang penting masyarakat tetap isolasi diri di rumah, agar corona covid 19 ini tak menyebar,” jelasnya.

Selama masa isolasi mandiri 14 hari itu, tim dari Kodim, Lanal dan Polresta akan terus patroli dan menindak tegas warga yang masih berkeliaran di luar rumah. Sedangkan tim medis mulai dari puskesmas bersama kelurahan kecamatan memantau dan selalu melakukan pengecekan-pengecekan kepada warga melalui RT dan RW.

“Kalau ada laporan warga tim kesehatan tinggal ambil yang sakit dan lakukan tindakan pada pasien begitu juga keluarganya, artinya hanya 1 rumah itu saja yg harus dipantau, karena mereka tidak berhubungan dengan tetangganya,” papar Rudi

Usulan Walikota Batam ini mendapat tanggapan positif dari Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

“Kami mengapresiasi kerja Pemko Batam dalam penanganan corona covid 19 ini, dan kami selalu mendukung untuk hal-hal itu,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Batam agar selalu mematuhi ketetapan-ketetapan pemerintah terlebih untuk masalah corona ini. “Kita harus melakukannya dengan penuh kesadaran, agar kita terhindar dari penularan corona ini,” jelas Cak Nur.

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0316 Batam dan Danlanal Batam.

“Dengan diberlakukannya isolasi ini memang ekonomi kita jadi mati suri, tapi itu bisa kita bangkitkan lagi setelah kita berhasil atasi corona. Tapi kalau kita yang mati karena corona, tidak bakalan bisa bangkit lagi untuk mencukupi perekonomian keluarga,” ungkap Danlanal Batam. Dari rapat tersebut, disepakati Batam diisolasi atau karantina mandiri.(bos/batamclick)

Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA