Ini Tips Merawat dan Memelihara Kucing Hamil dari drh Viktor

853

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Bagi anda pecinta hewan jenis kucing, memelihara dan merawat kucing adalah kesenangan tersendiri bagi para cat lovers. Terlebih disaat-saat kucing betina kita sudah memasuki masa kehamilan, tentunya kita mulai berharap-harap cemas bercampur senang.

Namun, rasa senang tersebut bercampur dengan rasa cemas karena tidak tahu bagaimana menjaganya dan merawatnya disaat masa kehamilan. Belum lagi kekhawatiran ketika kelahiran nantinya.

Menurut drh. Rovindo Edo Viktor, salah satu dokter hewan yang sudah tersohor di wilayah Bumi Berazam, lamanya kucing hamil yaitu sekitar 2 bulan atau sekitar 58 hingga 65 hari.

“Artinya sangat penting untuk mengetahui kapan kucing kita tersebut kawin, untuk dapat mengetahui sudah berapa lama dia hamil, oleh sebab itu perlu juga di catat agar ingat kapan kucing kita mulai kawin,” terang dokter hewan yang membuka layanan praktek di kawasan jalan Raja Oesman RT 06/RW 05 nomor 235, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau tersebut, Minggu (21/6/2020).

Menurut dokter yang masih lajang kelahiran Kota Solok, Sumatera Barat ini, usia perkawinan kucing juga sangat penting. Sebaiknya usia kucing yang akan dikawinkan diatas satu tahun, sekitar 15 hingga 18 bulan.

“Sehingga akan meminimalisir terjadinya resiko keguguran sekaligus kesulitan melahirkan (distokia),” katanya.

Untuk itu dokter Viktor menyarankan perlu dilakukannya pemeriksaan ultrasonography pada usia kehamilan lebih dari tiga minggu. Dan juga sebaiknya kucing yang akan dikawinkan sudah divaksin, bebas dari kutu, jamur, dan sudah diberikan obat cacing rutin tiap tiga bulan sekali.

“Pada kucing yang sudah hamil sebaiknya tidak digrooming basah lagi, resiko stress waktu pengeringan bulu, mengakibatkan kucing hyperaktif sehingga terjadi keguguran. Dan selama kehamilan sebaiknya didukung dengan pakan yang bernutrisi, hindari pemberian obat sembarangan,” papar Viktor.

Lebih lanjut, Viktor juga mengatakan bahwa ketika kucing sedang hamil, maka kebutuhan nutrisinya pun berbeda. Pada kucing hamil memerlukan protein yang lebih tinggi, seperti halnya anak kucing. Maka dari itu pemberian makanan untuk anak kucing (kitten) sangat disarankan untuk diberikan pada kucing yang sedang hamil sampai dua bulan setelah melahirkan.

“Selain itu kebersihan (sanitasi) kandang yang nyaman dan aman juga harus diberikan. Jangan sampai kucing kita yang hamil terlalu banyak berlari, lompat dan sebagainya. Selama kehamilan, kucing juga tidak boleh diberikan sembarang obat ataupun bahan kimia lain yang dapat mengganggu kehamilan,” imbuhnya.

Dokter ramah dan humoris ini juga mengingatkan, agar tanda-tanda kucing yang sudah mendekati kelahiran juga harus diperhatikan. Pada saat mendekati kelahiran, bagian ambing kucing akan membesar dan biasanya mulai mengeluarkan susu saat pemeriksaan ukuran, kekuatan, atau letak sesuatu dari bagian tubuh (dipalpasi).

“Pada kucing yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, jika lama kehamilan sudah melebihi dari lama kehamilan yang sebelumnya, sebaiknya dibawa ke dokter hewan untuk dilakukan radiography, untuk melihat posisi bayi kucing. Sehingga akan dapat memutuskan apakah kucing tersebut akan diberikan suntikan perangsang untuk beranak ataupun diteruskan dengan operasi sesar,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu pecinta kucing, Susi (37) yang rutin memeriksa kesehatan dan perkembangan kehamilan kucingnya bernama Molly yang berusia 16 bulan, dan Mommy berusia 36 bulan yang sedang hamil, sangat senang dan puas dengan pelayanan yang ada.

“Pelayanan yang ramah dengan ruangan yang nyaman, ditambah lagi dokternya baik dan lucu. Allhamdulillah kucing saya Molly sembuh total dan satunya lagi yang sedang hamil dapat di periksa menggunakan alat Ultrasonografi (USG), cocok sekali dengan dokter Viktor,” ujarnya.

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND