Bupati Karimun Dukung Pemanfaatan Pengembangan Program KUR Untuk Ekspor

409
WartaKepri - Bupati Karimun Mendukung Ekspor

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN -Dari data lalulintas komoditas pertanian yang tercatat pada sistem perkarantinaan Indonesia Quarantine Full Automatic System (IQFAST), mampu memfasilitasi ekspor produk pertanian asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dengan menunjukan tren positif sebesar 8% (YoY).

Total volume produk ekspor sebanyak 2,807 ribu ton atau meningkat 207 ton dibandingkan capaian pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu 2,6 ribu ton.

“Seperti yang disampaikan oleh Menteri, bahwa sektor pertanian adalah usaha yang tidak pernah berhenti, karena terus dibutuhkan dan tidak boleh gagal,” terang Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian, Ali Jamil saat menyerahkan sertifikat karantina terhadap dua ragam komoditas unggulan ekspor dari Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Provinis Kepulauan Riau, Rabu (15/7/2020).

Dirinya menyebut, sesuai dengan program strategis yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, berupa gerakan tiga kali lipat ekspor produk pertanian (Gratieks), pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk melakukan percepatan layanan perkarantinaan.

“Tidak hanya cepat, namun juga harus dapat memastikan bahwa komoditas pertanian yang diekspor telah memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari sehingga dapat diterima di negara tujuan,” imbuhnya.

Jamil juga menambahkan, kinerja ekspor tidak hanya dilihat dari penambahan nilai, namun juga volume, jumlah eksportir serta ragam komoditasnya dan frekuensi pengirimannya.

“Kami akan selalu siap memfasilitasi pelbagai macam kebutuhan ekspor jika memang diperlukan,” tegasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Bupati Karimun Aunur Rafiq, menyatakan pihaknya dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Karimun akan terus mendukung sekaligus bekerjasama dengan Kementerian Pertanian guna berupaya mendorong ketahanan pangan dan ekspor di Karimun.

“Baik itu dari sisi teknologi, pemanfaatan lahan maupun permodalan lewat KUR yang digulirkan Kementan,” katanya.

Rafiq berkeyakinan bahwa dengan pemanfaatan teknologi terutama dibidang pertanian, akan mampu menambah produktivitas dan pendapatan petani sekaligus para pelaku agribisnis di wilayah Kabupaten Karimun.

“Dimana, ekspor tidak harus memiliki lahan yang luas, komoditas lain yang unik mampu dikembangkan dengan lahan yang ada seperti walet, madu dan cacing nipah,” ungkap Rafiq.

Dirinya juga meminta dukungan pemanfaatan pengembangan melalui program KUR untuk ekspor. Dimana sudah dibahas dalam rapat, memiliki 9.337 pelaku UKM di Kabupaten Karimun.

“Dari 9.337, terdapat 6000 debitur yang terdiri dari empat bank diantaranya bank Riau Kepri, bank BNI, bank BRI serta bank Mandri Syariah, mencapai setengah triliun,” paparnya.

Oleh karena itu, harapan Rafiq dengan peningkatan pengelolaan seluruh hasil pertanian beserta olahannya dapat meningkat tajam dan lebih baik lagi.

“Sehingga pendapatan para petani dapat meningkat, selain dari pada program hortikultura pada tanaman jagung yang mencapai 3000 hektar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun, Willy Yunan yang turut serta mendampingi kunjungan kerja. Dirinya menyebut, untuk nilai ekspor Kabupaten Karimun tahun 2020 hingga Juni telah mencapai sekitar Rp. 33,3 miliar.

“Dengan ragam komoditas ekspor didominasi oleh sub sektor perkebunan yaitu berupa produk olahan kelapa. Sedangkan ragam komoditas lainnya yang diekspor diantaranya olahan kayu, alpukat, sarang burung walet, madu dan petai,” terangnya.

Willy juga menyebut, pihaknya selain mendorong kelancaran dan peningkatan ekspor pertanian di Karimun, juga melakukan pengawasan, pengendalian hama dan penyakit hewan dan tumbuhan di beberapa lokasi, diantarnya pada pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Bandara Sei Bati, pelabuhan laut Tanjung Batu, Moro, Parit Rempak, Tanjung Berlian (Urung), Tanjung Maqom (Selat Belia) dan di Kantor Pos Tanjung Balai Karimun.

“Pertanian ragam komoditas perlu ditambah terutama komoditas yang tidak memerlukan lahan yang luas. Hilirisasi produk pertanian menjadi salah satu pengungkit nilai tambah bagi produk ekspor. Untuk itu melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian yang telah disiapkan, diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha agribisnis di Karimun.

Reporter : Aziz Maulana

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel