
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman pendukung penghidupan masyarakat (livelihood) akan segera dilaksanakan secara luas, tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Untuk itu, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) melakukan uji coba konsep dan metodologi yang sudah disusun dengan melakukan praktik lapangan secara langsung, agar diperoleh kondisi aktual sekaligus mengetahui kekurangan dan kelebihan konsep dan metodologi yang sudah disusun menjadi POS Pembangunan Infrastruktur Permukiman Pendukung Penghidupan Masyarakat tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, telah mencanangkan program pembangunan infrastruktur permukiman pendukung penghidupan masyarakat (livelihood).
“Peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur permukiman pendukung penghidupan masyarakat (livelihood), apa yang telah dibangun melalui program Kotaku ini sekiranya dapat dijaga dan dirawat dengan baik,” terang Rafiq, Minggu (26/7/2020).
Aunur Rafiq selaku Kepala Daerah mendukung penuh serta mengapresiasi, sehingga diharapkan mampu bekerjasama dengan baik, dimana hal ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga aset-aset yang dibangun ini juga dapat mengembangkan produk unggulan daerah.
“Sehingga kedepannya mampu melaksanakan sekaligus mengendalikan pembiayaan program dan kegiatan kolaborasi kelembangan di tingkat Kota dan kelurahan, membangun pemahaman mengenai standar teknik kualitas perencanaan, termasuk di antaranya kawasan Permukiman bebas Kumuh,” imbuhnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepulauan Riau Albert Renaldo mengungkapkan, kegiatan Program Kotaku tahun anggaran 2020 ini akan segera dilaksanakan.
“Pembangunan Infrastruktur mendukung livelihood meliputi Kelurahan Tebing dan Lubuk Puding, dimana masing-masing telah dianggarkan sebesar Rp.1 miliar,” ungkapnya.
Pada tahap pelaksanaan sendiri, menurut Renaldo berupa renovasi dan pembangunan sarana rumah produksi batik di Kelurahan Tebing, serta pembangunan penjemuran (pengeringan) hasil laut dan tambatan perahu di Kelurahan Lubuk Puding.
“Dengan tujuan diantaranya mengurangi luasan pemukiman yang kumuh, sekaligus meningkatkan akses terhadap Infrastruktur dan pelayanan dasar di pemukiman kumuh perkotaan,” paparnya.
Selain itu juga, kata Renaldo mampu meningkatkan penghidupan masyarakat yang berkelanjutan. Sehingga tujuan ini akan lebih mudah dicapai apabila dilaksanakan bersama Pemerintah Pusat, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah serta stakeholder terkait lainnya.
“Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Pusat telah memberikan bantuan teknis dan Dana, berupa bantuan Pemerintah untuk masyarakat melalui program Kotaku, untuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang pengembangan livelihood,” paparnya.
Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Karimun sendiri, Renaldo mengharapkan dapat mengembangkan di sektor pembinaan kelembagaan, SDM maupun peralatan penunjang pengembangan produk unggulan batik dan pengolahan hasil laut.
“Agar terjadi kesinambungan program dan penghidupan masyarakat.
Pada kegiatan tersebut turut serta dihadiri oleh Kepala Bepelitbang, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata ruang, Kepala Dinas Perdagangan, serta Kepala Dinas Lingkunga Hidup.(*)
Reporter : Aziz Maulana






























