Beredar Foto Kepala Terduga Hendri alias Otong Dibungkus Plastik dan Diplaster, Ini Komentar Dokter

2069
Foto Diduga Jenazah Hendri Alfred Bakari Alias Otong

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Paska penangkapan Hendri Alfred Bakari alias Otong (38), terduga pengedar narkoba yang meninggal dunia karena sesak nafas, ditangapi Kasat Narkoba Ploresta Barelang, Kompol Abdul Rahman angkat bicara soal kronologisnya, Minggu (9/8/2020).

Menurut Kompol Abdul Rahman pelaku diamankan, sudah sesuai dengan segala prosedur yang berlaku. Dan benar terduga telah meninggal.
Namun untuk perkembangan lebih lanjutnya kita masih menunggu hasil autopsi.

Dari keterangan, pelaku sebelumnya memiliki riwayat gejala penyakit asma atau sesak napas. Begitu saat penangkapan pelaku mengalami sakit hingga minta dibelikan obat untuk sesak napas.

Sehari sebelumnya Sabtu (9/8/2020), seorang kerabat keluarga terduga menghubungi redaksi WartaKepri karena merasa ada hal janggal dengan kematian Hendri. Sebab, saat dijemput di rumahnya di Belakang Padang dalam keadaan sehat.

Selain itu, saat melihat jenazah ke rumah sakit, didapati adanya lebam di bagian kaki Hendri. Selain itu, kepala Hendri juga dibaluti perban dan dipasang lakban.

“Kami tahunya tadi siang, saat ingin melihat ke Polresta Barelang. Kemudian diberitahu kalau suami saya sudah dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan,” ujar istri Hendri, Amah, di rumah sakit dikuti

Hingga Sabtu malam, jasad Hendri masih berada di rumah sakit. Sejumlah petugas keplisian juga tampak berjaga di lokasi.

Beredar Foto Kepala Terduga Hendri

Pada hari Minggu (9/8/2020) rasa penasaran masyarakat Batam terjawab seperti apa penampakan terduga Hendri saat berada di rumah sakit dengan kepala terbungkus plastik dan diplaster. Banyak dugaan dan pendapat akan foto tersebut.

Sejauh ini, konfirmasi WartaKepri.co.id ke seorang kenalan dokter tidak berani memberikan keterangan karena berkaitan dengan proses hukum. Tapi, ketika melihat foto dan penjelasan sejumlah berita media di Batam bahwa terduga dijelaskan sesak napas, kenapa pula dibungkus.

“Sesak napas kok kepala dibungkus,” ujar Dokter tersebut tidak ingin namanya dipublikasi.

Tulisan : Taufik Chan/Zulfahmi/batamline
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND