Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Demo Kejari Batam Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Belanja Sekwan DPRD Batam

635
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Demo Kejari Batam Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Belanja Sekwan DPRD Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kota Batam berujuk rasa terkait Adanya Dugaan Korupsi Anggaran Belanja Sekwan DPRD Kota Batam di Kantor Kejari Batam dan Kantor DPRD Kota Batam. Pengujuk rasa ingatkan kejaksaan agar kasus ini tidak hilang dengan sendirinya, Selasa (11/8/2020), siang.

Massa Aksi tersebut antara lain yaitu: Agus Gustiawan (Penanggungjawab Massa dari Anggota Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kota Batam), Rahmat, Algifahri, Thomas Yogi dan Arie Ramardany (Koordinator Lapangan).

Adapun orasi dan tuntutan yang disampaikan oleh Agus Gustiawan (Penanggungjawab Massa dari Anggota Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kota Batam), antara lain meminta Kejaksaan Negeri Batam untuk usut tuntas kasus dugaan korupsi anggaran belanja yang dilakukan oleh Sekwan DPRD Kota Batam sesuai Undang – Undang No. 20 Tahun 2001 Pasal 12 B tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi.

Agus menilai Korupsi Anggaran itu sudah berlangsung sejak tahun 2017, sehingga kami disini meminta penjelasan sampai manakah perkembangan kasus tersebut. Jangan sampai kasus ini tiba-tiba hilang.

“Kami disini tidak ada unsur politik, kami murni dari mahasiswa yang ingin melihat bagaimana Kejaksaan Negeri Batam ini menangani kasus-kasus yang merugikan Bangsa Indonesia. Meminta kepada Kejaksaan Negeri Batam untuk segera memeriksa 4 orang pimpinan DPRD Kota Batam yang diduga ikut terlibat dalam korupsi yang dilakukan Sekwan DPRD Kota Batam,” papar Agus lagi.

Dalam pandangannya, Agus dan kawan kawan meminta agar Nuryanto (Ketua DPRD Kota Batam), Muhammad Kamaluddin (Wakil Ketua I DPRD Kota Batam), Ruslan M Ali Wasyim (Wakil Ketua II DPRD Kota Batam) dan Iman Sutiawan (Wakil Ketua III DPRD Kota Batam) segera diperiksa kembali oleh Kajari Batam.

Jangan sampai nanti Pilkada tahun 2020 mereka yang sudah bermasalah masih terus memimpin jabatan-jabatan di Prov. Kepri ini. Sehingga Kajari harus harus segera menanganinya, ” Kami ini hanya Mahasiswa yang berperan sebagai kontrol ke Pemerintah. Kami ini bukan LSM atau Ormas,” tegas Agus lagi.

Selama aksi berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Batam, massa aksi di jumpai langsung oleh Dedie Tri Haryadi (Kepala Kejari Batam) dan menyampaikan terkait kasus Dugaan korupsi anggaran belanja Setwan DPRD Kota Batam kami pihak Kajari Batam terus menerus mengawal kasus ini. Dan kami juga sudah menetapkan seorang tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

Selanjutnya, perkembangan kasus ini sudah sampai di meja sidang Pengadilan Tanjungpinang, sehingga apabila kawan-kawan Mahasiswa mau ikut mengawal. Kami mempersilahkan agar datang ke Sidang Korupsi di Tanjungpinang.

” Kami Kejari Batam sudah berupaya maksimal dalam setiap menangani kasus-kasus yang ada di Kota Batam. Kami juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada kawan-kawan Mahasiswa selaku kontrol sistem pemerintahan.

Sekitar pukul 11.32 WIB, massa aksi membubarkan diri dari Kantor Kejaksaan Negeri Batam dan menuju kantor DPRD Kota Batam untuk melanjutkan aksi dengan menyampaikan orasi dan tuntutan serupa. Namun tidak ada perwakilan pimpinan DPRD Kota Batam yang menemui perwakilan massa aksi dikarenakan sedang melaksanakan Dinas Luar. Sehingga massa aksi mencoba memaksa masuk ke dalam Kantor DPRD Kota Batam dan ditahan oleh aparat pengamanan aksi.(Rama)

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND