Dua Alternatif Terkait Penyimpanan 500 ton Amonium Nitrat di Karimun

379

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Terkait adanya barang bukti sitaan negara berupa Amonium Nitrat sebanyak kurang lebih 500 ton yang masih tersimpan di gudang milik Kanwil DJBC Khusus Kepri, PT Dahana (Persero) yang mengelola industri bahan peledak menjadi salah satu solusi untuk segera di pindahkannya barang yang juga dapat dipergunakan sebagai pupuk tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Karimun, Andriansyah, Kamis (13/8/2020).

“Iya, saat ini masih dilaksanakan rapat bersama dengan instansi terkait lainnya untuk membahas hal ini, di kantor Kejaksaan Negeri Karimun,” kata Andriansyah.

Dirinya menyebut, terdapat dua alternatif terkait penyimpanan amonium nitrat tersebut. Pertama akan dihibahkan kepada PT Dahana (Persero) yang yang sudah berkompeten mengelola untuk industri bahan peledak. Dan yang kedua akan di musnahkan.

“Masih menunggu hasil kesepakan bersama Stakeholder maupun instansi terkait lainnya,” ungkap Andriansyah.

Andriansyah menambahkan, seluruh amonium nitrat tersebut merupakan barang bukti dan sudah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap, yang telah dititipkan oleh Kejaksaan Negeri Karimun sejak tahun 2012 hingga saat ini.

“Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga perlu segera di lakukan tindakan, karena risikonya terlalu besar menyimpanan amonium nitrat terlalu lama di gudang,” ungkap Andriansyah.

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND