Komisi I DPRD Batam Kecewa Karena PT Moya Mangkir Hadiri Rapat RDP

Komisi I DPRD Batam Kecewa, PT Moya Mangkir Dalam RDP
Komisi I DPRD Batam Kecewa, PT Moya Mangkir Dalam RDP

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Komisi I DPRD Batam mengaku kecewa atas ketidak hadiran dari pihak PT Moya Batam dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait keluhan masyarakat terhadap kenaikan air. Rapat Dengar Pendapat itu dipimpin langsung oleh ketua komisi I DPRD Batam Budi Mardiyanto, Utusan Sarumaha, Tan A Tie, Muhammad Fadhli.

Ketua komisi I Budi Mardiyanto menyebutkan pihaknya akan menjadwalkan kembali rapat bersama PT Moya agar bisa hadir kembali dalam rapat terkait persoalan tagihan air yang sangat melonjak tinggi.

“Seharusnya pihak PT Moya meski hadir dalam rapat ini, pasalnya ini menyangkut hajat hidup orang banyak bukan pribadi kita,”ucap Budi Mardiyanto, Kamis (7/1/2021) di komisi I Dewan Batam.

BACA JUGA Warga Teriak Pembayaran Air Naik, Kadin Batam Panggil Pihak PT Moya Besok

Dikatakannya, saat ini apa alasan dari pihak PT Moya tidak ada pemberitahuan ketidakhadirannya jadi sangat disayangkan.

“Kita akan jadwalkan kembali sehingga teman-teman PT Moya bisa hadir agar permasalahan bisa terselesaikan dengan cepat,”katanya.

Sementara itu ditambahkan anggota komisi I DPRD Batam Utusan Sarumaha, menurutnya PT Moya jangan sampai melakukan pemutusan pada pelanggan terkait persoalan air.

“Kita bersama masyarakat mendukung apa saja yang menjadi permasalahan. Apalagi sampai memutuskan air pelanggan itu jangan sampai terjadi,”tegas Utusan Sarumaha.

Kadin Batam Juga Undang Moya

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan, pemanggilan terhadap PT Moya yang dilakukan pihak Kadin Batam karena banyaknya keluhan terjadinya kenaikan air yang terjadi.

“Kita Jadwalkan besok pertemuan yang dilakukan, terkait kenaikan air mencapai 75 persen. sehingga membuat warga dan pengusaha teriak,” ujarnya, Rabu(6/1/2021).

Diungkapkannya, dimana pokok-pokok yang akan dibicarakan, diantaranya meminta penjelasan apa sebenarnya yang terjadi atas melonjaknya tagihan air ini dan apa solusi yang akan diambil?

“Terjadi ricuh dalam komunikasi publik akibat meroketnya tagihan pembayaran air minum. Menjadi headline di media mainstream di Batam. Demikian juga di media sosial (medsos),”ungkapnya.

Dipaparkannya, kondisi ini terjadi sejak pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dikelola BP Batam-PT Moya Indonesia, sejak 15 November tahun lalu.

Berbagai pihak pun buka suara atas keluhan masyarakat dan para pengusaha ini. Tak ketinggalan Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudi Chua, Sahat Sianturi dan Asmin Patros.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Teddy selaku pimpinan PT Moya Batam untuk besok hadir di Kadin Batam untuk menjelaskan persoalan yg sebenarnya,” tuturnya.

Disebutkannya lagi, dengan dipanggilnya pihak PT Moya, Kadin Batam minta tidak diwakilkan.(*)

Kiriman :Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel