WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Memasuki tahun 2021 ini, diwilayah Kepulauan Riau, khususnya untuk Kabupaten Karimun sendiri, pada awal-awal tahun di bulan Januari, Februari hingga Maret, untuk intensitas curah hujan paling rendah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor BMKG Raja Haji Abdullah Karimun, Raden Eko Sarjono Rabu (3/3/2021).
Sehingga menurutnya, hal ini berdampak pada aktifitas masyarakat dalam menggarap lahan (membuka lahan), meskipun mayoritas masyarakat di Karimun bukanlah petani.
“Akan tetapi tidak dapat dipungkiri lahan-lahan yang selama ini kering, digarap dengan cara dibakar,” ungkap Eko.
BACA JUGA Polres Karimun Bekuk 5 Pelaku Curat di PT Shaftindo, Aksi Mereka Terekam CCTV
Meskipun pihak berwajib dan instansi terkait lainnya sudah menyampaikan himbauan dan sanksi yang tegas, akan tetapi sudah menjadi tradisi masyarakat.
“Karena membuka lahan dengan cara membakar dibandingkan dengan menggunakan peralatan (membabat), untuk biayanya itu jauh lebih murah,” sebut Eko.
Oleh karena itu, kata Eko masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyikapi perihal membuka lahan. Selain itu dirinya juga menghimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, selain intensitas curah hujan rendah, angin kencang.
“Agar masyarakat lebih bijaksana, karena membuka lahan dengan cara membakar dampaknya berimbas pada semua orang,” tandasnya.
Eko mengharapkan, agar masyarakat juga mendukung penuh upaya program pemerintah agar sedapat mungkin menghilangkan tradisi membuka lahan dengan cara membakar.
“Khusus di Kabupaten Karimun sendiri, terdapat beberapa titik api (hotspot), yang selalu dipantau dan yang sering terjadi adalah dipulau Kundur, meskipun hilang timbul,” tandasnya.(*)
Reporter Aziz Maulana





























