Stunting Permasalahan Kompleks di Hari Anak Balita Nasional

Kepala UPT Puskesmas Meral
Kepala UPT Puskesmas Meral: Stunting Permasalahan Kompleks di Hari Anak Balita Nasional
PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Dalam rangka memperingati hari Anak Balita Nasional yang diperingati setiap tanggal 8 April, UPT Puskesmas Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menggelar berbagai kegiatan diantaranya pembagian masker di Puskesmas dan PAUD, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 ketat.

Perhelatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya tersebut mengangkat tema “Jangan Kendor, Jaga Kesehatan Balita”, dihadiri oleh Kepala UPT Puskesmas Meral dr Bambang Eka Jaya Karo Karo, seluruh pegawai Puskesmas serta masyarakat, sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan acara tersebut.

Dimana para balita yang merupakan anak berusia dibawah 5 tahun, yakni mulai dari usia 12 hingga 59 bulan, akan mendapatkan keistimewaan atau apresiasi lebih dari orangtua serta pemerintah.

“Harapannya supaya anak balita kita sehat, bebas stunting dan kita selaku orang tua harus menjaga kesehatan balita, jangan kendor tetap ikuti prokes,” ungkap Bidan Koordinasi UPT Puskesmas Meral, Sugiyarningsih, Kamis (8/4/2021).

Tidak hanya itu saja, menurut Sugiyarningsih perlunya edukasi publik yang melibatkan banyak pihak, agar dapat meningkatkan kesadaran bersama terkait permasalahan stunting.

“Termasuk orang tua, tokoh masyarakat, Pemerintah Kabupaten serta instansi terkait lainnya,” ungkap Sugiyarningsih.

Selain itu juga menurutnya, pemerintah dan kelompok sipil juga perlu mengkampanyekan stunting, tidak fokus pada solusi tunggal melainkan lintas sektoral.

“Seperti yang sudah diselenggarakan pada Rembuk Stunting di Ballroom Hotel Aston, Kamis (1/4/2021) lalu,” ujarnya.

Dimana pada acara Rembuk Stunting tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, acara tersebut digelar guna menyepakati hal-hal terkait dengan kebijakan penanganan stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Karimun.

“Dimana pun pasti ada kasus stunting, pada tahun 2020 secara nasional terdapat 24 persen, dari balita yang dalam katagori stunting,” kata Rachmadi.

Dan untuk di wilayah Kabupaten Karimun sendiri, menurut Rachmadi angkanya relatif rendah, yakni 8,1 persen.

“Banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk sewaktu ibunya sedang hamil, sewaktu persalinan,” tandasnya.

Sehingga kata Rachmadi seluruh instansi terkait lainnya menyetujui kesepakatan, diantaranya Pemerintah Desa menyepakati akan meningkatkan alokasi kebutuhan pendanaan program dan kegiatan terkait dalam rancangan APBDDES tahun 2021.

“Seluruh peserta menyepakati sasaran pada Desa prioritas terkait rencana program kegiatan yang disertai indikator kinerja dan kebutuhan pendanaan dalam penurunan stunting, termasuk adanya rumusan penyusunan rancangan akhir pengentasan stunting,” paparnya. (Amn).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel