OJK Catat Bisnis Asuransi Setahun Covid-19, Premi Rp 53,2 Triliun dan Klaim Cuma Rp 31,8 Triliun

190
Bisnis Asuransi dan OJK
OJK Catat Bisnis Asuransi Setahun Covid-19, Premi Rp 53,2 Triliun dan Klaim Cuma Rp 31,8 Triliun

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Forum Diskusi Jurnalis Kepri (FDJK) bersama AXA Mandiri menggelar diskusi terkait dengan prospek industri asuransi jiwa 2021. Di mana pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 lalu memberikan dampak hampir disemua sektor industri termasuk asuransi.

Hadir sebagai narasumber Kepala Bagian Pengawasan Produk pada Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kurnia Yuniakhir. Kemudian, Chief Business & Distribution AXA Mandiri, Theodores Tangke dan pengamat asuransi Dosen Universitas Riau Kepulauan Dr Sri Langgeng.

Dalam paparannya, Kurnia Yuniakhir memulai data nasional per Februari 2020, jumlah Premi Rp 46,54 Triliun dan jumlah klaim Rp 32,64 Triliun. Dan, per Februari 2021 jumlah premi atau iuran peserta meningkat hingga Rp 53,2 Triliun dan nilai pembayaran atau klaim Rp 31,8 Triliun. Terlihat, nilai klaim selama tahun 2020 tidak banyak, dan jelas beri keuntungan bagi perusahaan asuransi.

Selain iu, predoiksi kinerja asuransi jiwa tahun 2021 diprediksi akan membaik, seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat. Berdasarkan data OJK, premi industri asuransi tahun lalu sebesar Rp6,6 triliun.

PKP HIMALAYA

“Namun untuk klaim memang mengalami penurunan -0,77 triliun,” kata Kurnia, dalam zoom meeting, Rabu (14/4/2021).

Menurut dia, beberapa penyebab klaim turun karena masyarakat yang berkurang untuk berkunjung ke rumah sakit. Selain itu juga mungkin disebakan karena lalu lintas di Jabodetabek yang juga berkurang akibat Covid-19.

“Sehingga bisa jadi menyebabkan nilai klaim turun,” ujarnya.

Chief Bussines and Distribution AXA Mandiri Theodores Tangke mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini kinerja asuransi mengalami banyak tantangan. Namun, tentunya juga tetap berupaya memanfaatkan tantangan tersebut menjadi sebuah peluang.

Munurut dia, dampak pandemi Covid-19 saat ini mendorong tingkat kesadaran masyarakat mengenai kebutuhan perlindungan meningkat. Karena itu pihaknya mendorong percepatan tranformasi digital dan mendorong inovasi dan kreativitas.

“AXA Mandiri berfokus pada proteksi jiwa dan kesehatan,” kata Theodores.

Saat ini AXA Mandiri memiliki 1 juta nasabah dan didukung oleh lebih dari 2000 tenaga pemasar yang bersetifikat keagenan (lisensi). Denga menerapkan metode no pass sell sebelum FA dapat memasarkan produk asuransi.

“Klaim dan manfaat yang kita bayarkan pada tahun 2020 sebesar Rp4,8 triliun. Mengalami penurunan jika dibandingkan sebelumnya atau tahun 2010 klaim sebesar Rp5,3 trilin,” katanya.

Sementara itu, pengamat asuransi Dosen Universitas Riau Kepulauan Sri Langgeng mengatakan industri asuransi jiwa memiliki sejumlah peluang yang menjanjikan dalam dekade mendatang.

Salah satunya karena permintaan asuransi secara global mencapai titik tertingginya sepanjang masa. Adanya pandemi Covid-19 membuat masyarakat dunia memerlukan perlindungan jiwa dan kesehatan prediksi pertumbuhan 7-8%.

“Namun juga ada tantangan diantaranya suku bunga yang rendah, pergeseran demografi dan meningkatnya harapan konsumen, terutama di kanal digital,” katanya.(*)

Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel