Ganjar-Sandiga Uno Duet Maut di Pilpres 2024, Elektabilitas Mereka Sangat Bagus di Beberapa Lembaga Survei

6
Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno
Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno/Net

WARTAKEPRI.co.id – Pengamat politik Ujang Komarudin ikut menyoroti isu pasangan Ganjar Pranowo – Sandiaga Uno yang akan diduetkan untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Diketahui, isu tersebut muncul di tengah panasnya hubungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar dengan PDIP.

Terkait itu, ia pun menilai kedua calon yang akan diduetkan tersebut akan kesulitan lantaran tidak ada partai yang akan mengusung kedua tokoh milenial itu.

“Ganjar-Sandi sulit maju karena tak punya partai. Problem keduanya tak punya perahu. Mendapatkan perahu tidaklah mudah,” katanya, seperti dilansir Pojoksatu.id, Rabu (26/5/2021).

Apalagi untuk menang, pasangan Ganjar-Sandi sangat sulit lantaran keduanya membutuhkan perahu untuk maju di Pilpres 2024. Menurut dia, jika Sandiaga Uno akan maju sebagai capres atau cawapres pasti akan dijegal Prabowo Subianto. Begitu pun sebaliknya, Ganjar akan dihambat oleh putri Putri Megawati Soekarnoputri yaitu Puan Maharani.

“Di PDIP ada Puan. Dan di Gerindra ada Prabowo. Keduanya tidak akan bisa maju karena karena ada dua-duanya. Jangan2 keduanya Ganjar-Sandiga juga tak bisa maju karena tak dapat Partai,” tukasnya.

BACA JUGA Pelaksanaan Pemilu Serentak Mulai Pilpres hingga Anggota DPRD di Tahun 2024 Sudah Final

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Emmanuel Ebenezer menyandingkan GanjarPranowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2024 mendatang. Ia menilai, jika kedua tokoh tersebut berpasangan bukan tidak mungkin akan menjadi duet maut di Pilpres 2024 mendatang.

“Ganjar-Sandiga Uno duet maut di pilpres 2024, elektabilitas mereka sangat bagus di beberapa lembaga survei,” ujar Ujang Komarudin, Senin (24/5/2021).

“Pemenangan 2024 pasangan berbasis nasionalis, religius dan milenial. Itu dimilki GanjarPranowo dan Sandiaga Uno,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, nama Ganjar menjadi sorotan lantaran tidak diundang dalam acara pengarahan kader PDIP oleh Puan Maharani pada Sabtu, (22/5) pekan lalu.

Menurut Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wunaryo, bahwa Ganjar terlalu menunjukkan ambisi menjadi Presiden. “Tugasmu masih Gubernur Jateng, jangan mikir capres dulu. Kalau memang hebat, kamu pasti dicalonkan sebagai presiden oleh Ibu Ketum,” katanya, Minggu (23/5/2021).

Ia menilai jika Ganjar sudah banyak bergerak untuk Pilpres 2024 hingga bahkan menyampingkan kegiatan sebagai gubernur. “Energinya lebih banyak untuk nyapres. Itu wilayah Ketum. Ganjar bergerak ke sana dengan asumsi elektoralnya tinggi dan memfetakompli Ketum,” ucapnya.

Sementara itu, GanjarPranowo enggan mengomentari polemik dirinya dengan sejumlah pimpinan PDI Perjuangan di tingkat DPP maupun di DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

“Heleh, koyok ngono ditakonke, aku ki wong Jawa kok yo, (hal seperti itu mengapa ditanyakan, sebagai suku Jawa jika tidak diundang maka dia tidak datang).” kata Ganjar, Senin (24/5/2021).

Lanjutnya, ia mengatakan jika dirinya sudah bermedia sosial sejak lama. “Saya kan ber-medsos sudah cukup lama, sejak jadi anggota DPR,” ujarnya.

Adapun hasil survei lembaga Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), diketahui, GanjarPranowo yang juga kader PDIP menempati posisi ketiga dalam hasil survei elektabilitas calon presiden di Pilpres 2024.

Sementara itu, dalam urutan pertama dan kedua, masing-masing ditempati oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto.

Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Basewedan meraih 17,01 persen suara. Menhan Prabowo Subianto 14,31 persen dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 11,25 persen.(*)

Sumber : pojoksatu/wartaekonomi

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM