Profil Greysia Polii, Terpuruk 2021 di London Kini Harumkan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

349
Profil Greysia Polii 2021
Profil Greysia Polii 2021. Foto Istimewa/Twitter

WARTAKEPRI.co.id – Greysia Polii berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. Bersama Apriyani Rahayu, Greysia berhasil mengalahkan wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan, pada final ganda putri badminton Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil luar biasa ketika menghadapi Chen Qingchen/Jia Yifan di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (2/8/2021) siang WIB. Greysia/Apriyani yang tidak diunggulkan mampu menumbangkan unggulan kedua, Chen Qingchen/Jia Yifan, dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15.

Hasil tersebut membuat Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Bagi Greysia Polii, medali emas badminton Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus membayar kegagalanya sembilan tahun lalu.

Biodata Greysia Polii

Nama lengkap: Greysia Polii Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 11 Agustus 1987
Usia: 33 tahun
Tinggi badan: 164 cm
Berat badan: 57 kg
Pegangan raket: Kanan
Nomor: Ganda putri
Ranking saat ini: 6 (dengan Apriyani Rahayu, 29 Juni 2021)

Greysia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi. Dalam olahraga bulutangkis, Greysia mengungkapkan bahwa panutannya adalah Zhang Ning dan Susi Susanti.

Greysia awalnya masuk ke klub Jaya Raya Jakarta dan kemudian bergabung dengan Pelatnas pada 2003. Dilatih oleh Richard Mainaky dan Aryono Miranat, Greysia ditempatkan di kelas ganda campuran. Greysia pernah dipasangkan dengan Muhammad Rijal dan Tontowi Ahmad.

Dipindahkan ke ganda putri, Heni Budiman, Jo Novita. Vita Marissa, Nitya Krishinda Maheswari dan Meiliana Jauhari pernah berpasangan dengan Greysia Polii.

Mendapat banyak pelajaran dari seluruh mantan partner-nya, Greysia pernah menempati peringkat terbaik kedelapan sedunia untuk kelas bulutangkis ganda putri. Pada 2004 dan 2008, Greysia Polii dipasangkan dengan Jo Novita di Piala Uber Indonesia.

Prestasi:
1. Olimpiade: Emas (Tokyo 2020)
2. Kejuaraan Dunia: Perunggu (2015, 2018, 2019)
3. Piala Sudirman: Perak (2005, 2007), perunggu (2009, 2011, 2015, 2019)
4. Piala Uber: Perak (2008), perunggu (2010)
5. Asian Games: Emas (2014), perunggu (2010, 2018 ganda putri dan beregu)
6. SEA Games: Emas (2007, 2019), perak (2005, 2007, 2009, 2013, 2019), perunggu (2005, 2017)
7. Kejuaraan Asia: Perunggu (2005, 2016)
8. Kejuaraan Tim Asia: Perunggu (2018)
9. BWF World Tour: 6 gelar juara, 2 runner-up

BACA JUGA Trending Greysia-Apriyani, Sejarah Bulutangkis dan Ucapan Selamat dari Presiden Jokowi #GreyApFinalTokyo2020

Sejarah Terpuruk di Olimpiade London

Pada Olimpiade London 2012, Greysia Polii yang saat itu berpasangan dengan Meiliana Jauhari mengalami keterpurukan karena didiskualifikasi. Greysia/Meiliana didiskualifikasi pada Olimpiade London 2012 lantaran dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak Grup C cabor bulutangkis saat menghadapi Ha Jung-eun/Kim Min-jung (Korea Selatan). Greysia mengaku, kejadian itu merupakan sebuah pelajaran berharga baginya.

“Begitu banyak orang, bukan hanya saya yang telah melalui kesulitan dan momen tak terlupakan juga,” kata Greysia,

Namun, kenangan buruk di London tak membuat Greysia menyerah. Ia pun bertekad bangkit demi meraih prestasi. “Saya kira Olimpiade London mengajari saya untuk tidak pernah menyerah pada impian Anda.

Dan saya tahu saya tidak hanya mengatakannya, saya ingin bersungguh-sungguh. Setiap hari dalam hidup saya. Saya hanya benar-benar menjalani hari demi hari,” imbuh atlet kelahiran Jakarta tersebut.

Dari yang sembilan tahun lalu bernasib buruk, kini GreysiaPolii mengukir sejarah dan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Seusai mengalahkan Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korea Selatan), untuk merebut tiket ke final ganda putri, nama Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tercatat ke dalam buku sejarah. Mereka adalah ganda putri Indonesia pertama yang berhasil menembus partai final Olimpiade. (kompas/tribun)

#GreyApFinalTokyo2020

Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel