Lapor Pak Menkominfo Jaringan Internet Bakti Lelet, Data Untuk Kemenkes RI Agak Terlambat Ya

250
Lapor Pak Menkominfo Jaringan Internet Bakti
Lapor Pak Menkominfo Jaringan Internet Bakti Lelet, Data Untuk Kemenkes RI Agak Terlambat Ya

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Keluhan Jaringan Telekomunikasi kembali datang, bukan dari masyarakat, kali ini keluhan tersebut datang dari instansi kesehatan yang ada di Desa Landak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas tepatnya Instansi Puskesmas Jemaja.

Amad Budi Utomo Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jemaja, keluhkan jaringan internet Bakti dari kementerian Kominfo RI lelet dan susah di akses, keluhan ini disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang di perlukan pihak Puskesmas, seperti kegiatan Zoom Metting, penginputan data E-Sikda ke Kemenkes RI, Penginputan data Sisdmk ke Kemenkes RI, pelaporan rujukan BPJS, pelaporan data vaksinasi ke BPJS, dan penginputan data Penyakit sebagai pelaporan ke Dinkes Kabupaten dan Provinsi.

“Kalau tidak salah saya sekita 1 GB saja bandwidth yang di berikan ke kita untuk keperluan operasional Puskesmas, dulu Alhamdulillah kita bisa pergunakan internet tersebut dengan baik dan sangat terbantu,hal tersebut dikarenakan belum banyaknya permintaan data data secara online dan belum adanya kegiatan seperti Zoom Metting, kalau sekarang apa apa serba online, hal ini yang membuat kami terus ketinggalan dan terus terlambat terutama pengiriman data ke Kemenkes RI, begitu juga ketika melaksanakan rapat melalui Zoom Metting suaranya putus putus dan kualitas gambarnya juga buram”. ucapnya.

Namun demikian pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mengirimkan data data yang di minta pihak Kemenkes RI maupu Dinkes Kabupaten dan Provinsi dengan cara data tersebut di pindahkan terlebih dahulu ke Handphone (HP) salah satu staf Puskesmas, lalu di kirim menggunakan akses jaringan Telkomsel yang ada di Desa Batu Berapit yang jarak tempuhnya sekitar 15 menit dari Puskesmas Jemaja.

PKP HIMALAYA

BACA JUGA Tenaga Medis Kesulitan Kirimkan Laporan, Akibat Jaringan Internet Seluler Hilang Timbul

“Miris kalau melihat kejadian ini, kita tidak memiliki uang operasional untuk pengganti minyak kendaraan milik staf, yang hampir setiap hari bolak balik ke Desa Batu Berapit hanya untuk mencari jaringan, ya bisa di bilang agak lancar ketimbang daerah lain, yang ada di Pulau Jemaja ini, kalau tidak demikian kita pasti terlambat untuk pengiriman data data tersebut ke Kemenkes RI dan Dinkes baik Kabupaten maupun Provinsi, semoga pemerintah melalui Dinas Kominfo Anambas maupun Kementerian Kominfo segera menambah bandwidth agar aktivitas penunjang kerja bisa lancar tanpa ada hambatan”. harapnya.

Pada tanggal 21 Mei 2021 yang lalu pihaknya juga sudah pernah menyurati Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Kepulauan Anambas, yang isinya tentang permohonan penambahan bandwidth akses internet Bakti namun sampai saat ini belum ada tanggapan, baik penambahan maupun surat balasan kepada pihak Puskesmas Jemaja.

“Sekitar 5 (lima) bulan yang lalu saya sudah surati dinas Kominfo Anambas, dan saya juga sudah tembusi surat tersebut kepada Kadinkes Anambas untuk melakukan penambahan bandwidth di Puskesmas Jemaja, namun sampai saat ini masih belum ada tanggapan baik perbaikan atau penambahan maupun surat balasan, padahal kami saat ini masih banyak kegiatan kegiatan salah satunya Vaksinasi tahap 2 dan 3”. ucapnya dengan penuh harap.

Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait harus memperhatikan keluhan keluhan di tingkat Kecamatan maupun di tingkat Desa, pasalnya kegiatan di Desa dan Kecamatan adalah penunjang kinerja yang ada di Kabupaten, jika kegiatan di Desa dan Kecamatan tidak terealisasi dengan baik maka citra buruk juga akan berdampak terhadap Kabupaten bahkan berdampak buruh kinerjanya terhadap provinsi di mata pemerintah Pusat.(Rama).

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel