Tambah 1 Lagi, Total Pimpinan KPK Resmi Pecat 57 Pegawai per 30 September 2021

181
Lakso Anindito dan 57 Pegawai KPK
Foto Twitter Lakso Anindito.

WARTAKEPRI.co.id – Total 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi diberhentikan mulai hari ini lantaran tidak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Kamis (30/09/2021).

Pegawai yang diberhentikan tidak main-main, ada Novel Baswedan, Yudi Purnomo, Rizka Anungnata, Rieswin, Harun Al Rasyid dan lainnya yang sudah lama mengabdi di KPK.

Awalnya pemberhentian ini akan dilakukan pada 1 November 2021 mendatang, namun sesuai dengan SK Nomor 652 tahun 2021 dimajukan satu bulan dari ketentuan sebelumnya.

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan waktu pemberhentian tersebut sudah sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Kemenpan-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

PKP HIMALAYA

Firli Bahuri juga telah mengeluarkan SK Pimpinan KPK Nomor 1354 tahun 2021 tentang Pemberhentian dengan Hormat Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. SK tersebut telah ditetapkan di Jakarta, tanggal 13 September 2021 dan diteken oleh Firli.

“Memberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mulai tanggal 30 September,” tulisan dalam SK tersebut.

Jumlah awal pegawai yang diberhentikan karena tak lolos TWK adalah 56 orang, kemudian bertambah 1 yakni Lakso Anindito.

“Benar (tidak lulus TWK),” jawab Lakso Anindito saat dikonfirmasi, Rabu (29/09/2021).

Surat pemberhentiannya juga diunggah dan terlihat surat tersebut sudah ditandatangani oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Ombudsman dan Komnas HAM juga sempat menemukan kesalahan dalam TWK. Ombudsman menilai TWK malaadministrasi, sedangkan Komnas HAM mengatakan TWK ini adalah upaya untuk menyingkirkan pegawai tertentu KPK.

Namun pemecatan tetap dilakukan meskipun ada temuan dari Ombudsman dan Komnas HAM.

BACA JUGA Kapolri Tawarkan 56 Pegawai KPK Tidak Lulus Jadi Penyidik ASN Polri

Nama Presiden Jokowi juga ikut terseret karena dianggap diam dan tidak menanggapi pemberhentian ini. Jokowi melalui staf khususnya, Dini Shanti Purwono menyatakan sedang menunggu keputusan dari MA dan MK. Namun, setelah hasil putusan keluar, Jokowi tidak mengambil sikap apapun.

BEM SI dan sejumlah mahasiswa lainnya juga sempat mengeluarkan ultimatum kepada Presiden, bahkan mereka telah melakukan aksi nasional selamatkan KPK di Gedung Merah Putih, Senin (27/9/2021) kemarin.

Selanjutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pegawai KPK yang diberhentikan akan ditarik menjadi ASN di Polri pada bidang tindak pidana korupsi (tipikor).

“Oleh karena itu kami berkirim surat kepada pak Presiden untuk memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK yang tidak lulus dan tak dilantik jadi ASN KPK untuk bisa kita tarik kemudian kita rekrut jadi ASN Polri,” ujarnya di Papua, Selasa (28/9/2021).

Hal tersebut juga sudah mendapat titik terang dari Presiden Jokowi, melalui surat yang dikirimkan oleh Kapolri, Jokowi membalas dan setuju atas usulan tersebut.

“Kemarin tanggal 27 kami dapat surat jawaban dari pak Presiden melalui mensesneg secara tertulis prinsipnya beliau setuju 56 orang pegawai KPK untuk bisa menjadi ASN Polri,” tutur Sigit.

Presiden Jokowi meminta kepada Polri untuk menindaklanjuti rencana tersebut dan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara(KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).(*)

Sumber : net/lidik

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel