Profil PT Indo Tekno Nusantara, Perusahaan Pinjol yang Digrebek Polda Metro Jaya

419
Pinjol PT Indo Tekno Nusantara
Pinjol PT Indo Tekno Nusantara

WARTAKEPRI.co.id – Polisi melakukan penggerebekan pada salah satu perusahaan fintech lending atau perusahaan pinjaman online PT Indo Tekno Nusantara (ITN) di Rukan Crown, Blok C1-7, Green Lake City, Tangerang, Banten, Kamis (14/10/2021). Penggerebekan dilakukan karena PT Indo Tekno Nusantara terbukti menjalankan 10 aplikasi pinjaman online ilegal lain di luar tiga aplikasi yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ada 13 aplikasi yang digunakan PT ini, dari 13 aplikasi ada tiga yang legal, tapi ada 10 ilegal,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Kamis (14/10/2021) dikutip dari Tirto.id.

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan 32 orang karyawan yang sedang bekerja di perusahaan tersebut. Mereka langsung dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

“Ada 32 orang yang kita amankan di lokasi ini, dan akan kita bawa dan dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya,” kata dia.

Sindikat pinjaman online ilegal ini diketahui sudah beroperasi sejak 2018 kerap kali menagih klien dengan dua metode, yakni menagih secara langsung dan melalui telepon atau sosial media. Atas banyaknya keluhan dari klien atas cara penagihan kerap kali berupa ancaman yang membuat debitur resah pihak kepolisian langsung menelusuri kegiatan perusahaan pinjaman online ilegal Indo Tekno Nusantara.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di lokasi, Kamis (14/10/2021), bahwa puluhan orang itu selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimsus.

Perusahaan ini menyediakan jasa penagihan utang bagi perusahaan pinjaman online. Perusahaan itu melakukan penagihan terhadap para peminjam di 13 aplikasi pinjol. Yusri juga mengungkapkan bahwa model penagihan perusahaan debt collector ini dengan melakukan dua cara, yakni secara online dan offline.

Namun, dalam praktiknya perusahaan ini kerap melakukan intimidasi kepada peminjam apabila belum membayar tagihan utang yang jatuh tempo. “Mereka menagih dengan dua cara yaitu online dan offline, mulai dari menelepon peminjam hingga meneror melalui media sosial. Ada juga yang didatangi ke rumah peminjam,” tutur Yusri.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan praktik penagihan dengan pengancaman kepada peminjam. Ancaman itu adalah dengan mengirimkan pesan teror dan mengirim gambar porno.

“Mereka juga kerap meneror dengan kata-kata kasar dan mengirimkan gambar-gambar porno agar peminjam dibuat panik saat menagih utang,” imbuhnya.

Profil PT Indo Tekno Nusantara

Dikutip dari laman resminya, indoteknonu.com, Jumat (15/10/2021), PT Indo Tekno Nusantara didirikan oleh Pipin. Namun tidak diberikan infromasi lebih lanjut tentang sosok Pipin.

Pipin hanya disebut seorang yang memiliki pengalaman sangat banyak dan baik di bidang manajemen desk collection. Layanan PT Indo Tekno Nusantara mencakup seluruh Indonesia dan memilii tiga cabang di Indonesia yakni di Jakata, Bandung dan Semarang. Di laman tersebut, tertulis Motto perusahaan adalah “Pelanggan adalah yang utama” dan “Berikan layanan terbaik”.

Adapun tujuan PT Indo Tekno Nusantara disebut sebagai tolok ukur di bidang layanan outsourcing keuangan Indonesia. Selebihnya, tidak ada informasi apapun di laman ini Terdapat beberapa kanal seperti Desk Collection, Jasa Penagihan Pihak Ketiga, Telemarkeing dan Layanan Customer Service. Namun, pada Jumat siang, kanal-kanal tersebut tidak dapat diakses.(*)

Sumber : Tirto/Tribunnews
Editor : Dedy Suwadha

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel