Home Berita Utama Sebagai Komitmen dan Tanggung Jawab, KKP Bekali Nakhoda Kapal Pengawas, Prioritas Kerjasama...

Sebagai Komitmen dan Tanggung Jawab, KKP Bekali Nakhoda Kapal Pengawas, Prioritas Kerjasama Antar Stakeholder

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan membekali para nakhoda kapal pengawas perikanan dengan tongkat komando, Kamis (4/11/2021). (Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan membekali para nakhoda kapal pengawas perikanan dengan tongkat komando, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang nakhoda kapal Pengawas Perikanan dan 14 Kepala UPT PSDKP ini diselenggarakan berkat kerjasama dengan markas Komando Marinir, Cilandak Jakarta.

Pemberian tongkat komando sebagai simbolisasi amanah dan tanggung jawab yang diberikan negara.

HONDA CAPELLA

Hal ini merupakan upaya penguatan semangat, tanggung jawab dan kemampuan personil dalam menghadapi tantangan pengawasan di lapangan, serta mengawal program-program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, termasuk penangkapan ikan terukur.

“Tradisi penyerahan tongkat komando kepada para nakhoda kapal pengawas perikanan merupakan hal baru yang kami lakukan sebagai upaya memberikan semangat dan tanggung jawab mereka untuk menjaga laut kita, termasuk mengawal program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan,” terang Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksda Adin Nurawaluddin.

Adin menambahkan, prosesi penyerahan tongkat komando ini dilakukan ditengah-tengah pelaksanaan kegiatan penyegaran teknis menembak bagi nakhoda kapal pengawas perikanan dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (UPT PSDKP).

“Sebagai upaya meningkatkan ketangguhan mental, tanggung jawab dan kecakapan petugas kami di lapangan,” ujar Adin.

Lebih lanjut Adin menjelaskan, menjelang implementasi penangkapan ikan terukur, maka kesehatan jasmani, semangat, tanggung jawab, psikologis, dan keterampilan para nakhoda kapal pengawas perikanan dan Kepala UPT PSDKP harus dievaluasi dan dilakukan penyegaran agar siap dalam kondisi prima.

“Ini merupakan salah satu komitmen KKP untuk memastikan kegiatan pengawasan dalam rangka mengawal program-program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan dapat terlaksana dengan baik,” paparnya.

Sehingga menurut Adin dinamika di lapangan yang semakin kompleks seiring dengan program kerja Menteri Kelautan dan Perikanan yang semakin kuat, untuk tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan yang seimbang antara ekonomi dan ekologi yang berorientasi pada kesejahteraan para nelayan.

“Ini tentu memerlukan semangat, daya juang dan mentalitas yang baik,” tandasnya.

Dalam pelaksanaan pemberian tongkat komando ini sendiri, kata Adin Ditjen PSDKP KKP telah menggandeng TNI AL, juga memberikan keterampilan penggunaan dan perawatan senjata api kepada para nakhoda dan Kepala UPT PSDKP.

“Sebagai bentuk sinergi antara KKP dan marinir, sekaligus agar nilai-nilai kedisiplinan dan keterampilan yang dimiliki anggota marinir dapat ditiru kepada peserta latihan,” jelas Adin.

Sementara itu, terkait dengan peningkatan kemampuan dalam penggunaan senjata api bagi aparat di lapangan, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menjelaskan bahwa, aparat pengawas perikanan dapat melengkapi dirinya dengan senjata api sebagai sarana perlindungan.

“Hal tersebut sejalan dengan ketentuan Undang-undang nomor 45 tahun 2009, pasal 66C ayat (2), yang memberikan kewenangan pada pengawas perikanan untuk memiliki dan menggunakan senjata api dalam mendukung pelaksanaan tugasnya,” ujar Saksono.

lebih lanjut Saksono mengungkapkan, sebelumnya kegiatan penyegaran keterampilan menembak, telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun, namun untuk tahun ini lebih komprehensif.

Selain daripada menembak, peserta juga diasah dan dibekali kembali keterampilan merawat senjata, dan juga kesehatan mental dan psikologinya.

“Salah satu bagian utama dari kegiatan penyegaran ini adalah psikotes yang dilakukan oleh Tim Psikologi dari Polda Metro Jaya sebagai penguji. Dengan psikotes ini kami memonitor terus kondisi psikologi para personil. Hal ini untuk memastikan kesiapan mental dan tanggung jawab mereka untuk membawa senjata api,” tandasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah berkomitmen untuk menjadikan ekologi sebagai panglima dalam pengelolaan perikanan di Indonesia.

Oleh karena itu, peningkatan pengawasan di laut Indonesia baik perairan teritorial maupun Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) mutlak harus dilaksanakan. Langkah ini tidak hanya sebatas untuk memerangi Ilegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, akan tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut secara berkelanjutan.

Tradisi pengambilan dan penyerahan tongkat komando juga telah dilaksanakan kepada 14 Kepala UPT PSDKP pada bulan Oktober 2021 lalu.

Taufik

RUKO BATAM Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025