Komisaris PT PMUI Menampik Dugaan Aniaya Karyawan, Jufri : Pencemaran Nama Baik dan Penggelapan Uang Perusahaan

395
Komisaris PT. Prima Multi Usaha Indonesia, melalui kuasa hukumnya Jufri Hardika membuat laporan pencemaran nama baik dan penggelapan uang perusahaan yang dilakukan salah satu karyawatinya. (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Komisaris PT. Prima Multi Usaha Indonesia, berinisial AS, dilaporkan karyawannya, berinisial NS (21), atas dugaan penganiayaan, Selasa (23/11/2021).

Melalui kuasa hukumnya Darwin Rambe, dirinya menyebut orang tua korban Nurbaiti Nasution (55) membuat laporan ke Polres Karimun, dan membawa korban ke RSUD HM Sani untuk dilakukan visum.

“Panggilan hati, saya bersimpati dengan korban, karena memang dari keluarga yang tidak mampu. Oleh sebab itu saya bersedia untuk membantu, tanpa dipungut biaya sepeserpun,” kata Darwin Kamis (25/11/2021).

Karena menurutnya kasus penganiayaan yang menimpa warga RT.05, RW 03, Kampung Baru, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ini baru pertama kalinya terjadi di Karimun. Dimana seorang pimpinan perusahaan melakukan kekerasan terhadap perempuan.

Dirinya menceritakan kronologis kejadian yang menimpa putri ketiga dari empat bersaudara ini. Korban sebelumnya dipanggil (untuk rapat) oleh pimpinan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi tersebut.

“Adanya hal-hal yang penting, untuk dibahas antara pimpinan dengan karyawan,” paparnya.

Dengan dimulainya rapat, bersama beberapa rekan kerjanya, kata Darwin tiba-tiba saja AS memukul korban. Dan yang paling mencurigakan, beberapa rekan kerja lainnya disuruhnya untuk keluar.

“Dan korban pun kembali mendapatkan penganiayaan berulangkali. Yang perlu dipertanyakan ada apa rekan kerja lainnya disuruhnya keluar, ada apa ini sebenarnya. Terlebih korban merupakan perempuan,” ungkapnya geram.

Selanjutnya kata Darwin, korban pulang dan langsung melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya kepada orangtuanya.

“Jadi saya meminta kepada aparat penegak hukum, agar kasus penganiayaan ini ditelusuri, dan korban pun sudah di visum. Sehingga tidak ada lagi korban-korban berikutnya,” sebut Darwin.

Sementara itu di tempat terpisah, Komisaris PT. Prima Multi Usaha Indonesia AS, melalui kuasa hukumnya Jufri Hardika menampik semua tuduhan yang dilayangkan kepada kliennya.

“Semua itu tidak benar dan bohong, sehingga mencemarkan nama baik klien kami,” tegas Jufri.

Dan yang pasti menurut Jufri, NS sendiri telah tersandung kasus penggelapan uang perusahaan senilai Rp 77 juta. Sehingga pimpinan perusahaan dari pusat (Jakarta), berangkat ke Tanjubalai Karimun untuk melakukan Stock Opname sekaligus audit.

Dimana banyak saksi-saksi, diantaranya General Manager dari Batam, Pimpinan Kantor Cabang Tanjungbalai Karimun, serta dua orang karyawan lainnya.

“Ternyata ditemukan adanya selisih, dan selanjutnya melakukan interogasi terhadap dua orang karyawan Supervisor berinisial WH dan admin NS ini. Dan Keduanya sudah mengakui seluruh perbuatannya,” terang Jufri.

Sehingga dengan adanya penggelapan uang perusahaan dan diperparah dengan pencemaran nama baik kliennya, maka pihaknya akan mengambil langkah dengan membuat laporan.

“Dengan mengumpulkan seluruh bukti-bukti yang kuat,” ungkapnya.

Dengan adanya tuduhan atas penganiayaan tersebut, Jufri menilai bahwa NS sedang membuat skenario (sandiwara), mengalihkan permasalahan.

“Untuk menghilangkan jejak dugaan penggelapan uang perusahaan yang tengah diaudit oleh Komisaris PT. Prima Multi Usaha Indonesia ini,” tandasnya.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA