Berkat Dorongan Anggota DPRD Kepri, Ikatan Tukang Batam Resmi Terbentuk

324
Berkat Dorongan Anggota DPRD Kepri, Ikatan Tukang Batam Resmi Terbentuk. (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Berawal dari dorongan langsung Anggota DPRD Provinsi Kepri Uba Ingan Sigalingging, akhirnya Ikatan Tukang Batam (ITB) resmi dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan beberapa kontraktor dan para tukang yang ada di Kota Batam.

Dibentuknya organisasi ini bertujuan sebagai wadah pemersatu para tukang yang ada di Kota Batam agar menjadi profesi yang profesional dan tidak hanya dipandang sebagai pekerja kasar atau kuli bangunan.

Seorang pendiri ITB, Maman Rudiansyah menyebut terbentuknya organisasi ini berawal dari dorongan Anggota DPRD Provinsi Kepri Uba Ingan Sigalingging.

Honda Capella

“Atas dorongan Pak Uba kemudian terbentuklah ITB ini,” kata dia, Minggu (6/3/2022) kemarin.

Maman mengatakan ITB dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang di Kota Batam, dan menjadi naungan atau wadah ketika ada permasalan terkait dengan jaminan keselamatan kerja.

Dengan berdirinya ITB maka akan terjalin koordinasi dengan para kontraktor yang ada di Kota Batam agar terciptanya peluang pekerjaan.

“Kita juga akan menjadikan ITB ini sebagai naungan atau tempat penyelesaian ketika ada terjadi permasalan terkait dengan kerjasama tukang dengan kontraktor atau persoalan keselamatan pekerja,” katanya.

Rapat pembentukan ITB ini dihadiri langsung oleh Uba Ingan Sigalingging sebagai motivator yang sangat mendukung atas terbentuknya oraganisasi tersebut secara profesional.

Pada kesempatan itu, Uba menyampaikan selamat atas terbentuknya ITB. Kedepannya ia berharap agar wadah ini menjadi pemersatu para tukang yang secara organisasi mempunyai kekuatan yang tidak bisa diperlakukan semena-mena dalam pekerjaan, dan paling utama persolan gaji serta perlindungannya.

“Saya sangat mendukung terbentuknya organisasi ini, agar wadah ini bisa menjadi jembatan terjalinnya koordinasi yang baik dan tempat wadahnya para tukang agar tidak diperlakukan semena-mena dalam pekerjaan dan juga dalam bentuk perlindungan terkait keselamtan pekerjaan,” kata Uba.

Selain itu juga, lanjut Uba, agar para tukang tidak lagi dipandang sebagai profesi sebelah mata dan harus dipandang sebagai profesi yang profesional.

“Organisasi ini harus meningkatkan kualitas pekerja dengan melaksanakan program pelatihan dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar hasil kerja para tukang menjadi lebih baik dan hasil yang sangat memuaskan para kontraktor dan juga customer,” kata politisi Hanura ini.

Uba berpesan, setelah terbentuknya ITB ini, kedepan bisa melaksanakan kegiatan pelatihan kerja di bidang pertukangan, agar para tukang bisa meningkatkan kualitas kerja dan yang paling utama adalah para tukang yang ada di Batam mempunyai sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Pfofesi (BNSP).

“Nantinya para tukang mempunyai sertifikat khusus, agar profesi tukang tidak lagi dipandang hanya sebagai pekerja yang bermodalkan tenaga, tapi juga bersertifikat dan legalitas profesional,” tutupnya. (taufik)

FANINDO