Proyek Jalan Letung-Kuala Maras Diduga Bermasalah, Usulan Desa Tak Ditanggapi Pemda dan Pelaksana

358
Proyek jalan Letung-Kuala Maras di Anambas. (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Proyek pembangunan jalan poros atau jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, hingga kini tak kunjung selesai dikerjakan.

Pembangunan jalan poros atau jalan utama Simpang Letung – Kuala Maras yang menghubungkan Kecamatan Jemaja dengan Jemaja Timur tersebut merupakan proyek tunda bayar yang menelan anggaran Rp4.583.000.000.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor dari PT Sabarindo Cipta Anugerah dengan konsultan pengawas CV Acksono Reka Cipta Konsultan dengan lama pengerjaan 150 hari kalender.

Diduga, proyek pemeliharaan jalan ini masih menyisakan masalah. Belum lagi soal keberadaan tiang listrik yang hingga kini masih berdiri di tengah-tengah jalan tersebut.

Kepala Desa Bukit Padi, M. Yamin sebelumnya bahkan pernah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pekerjaan jalan yang diduga tidak sesuai dengan spek itu.

Ia juga telah melakukan musyawarah bersama Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Jemaja Timur yang menurut dia melahirkan beberapa usulan.

“Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman Kades dan BPD se-Kecamatan Jemaja Timur telah melakukan musyawarah bersama untuk membahas pembangunan di wilayah kita, dan Alhamdulillah dapat disepakati beberapa usulan, ini semua berkat kekompakan kita bersama antara Kades dan BPD yang ada di Jemaja Timur,” kata M. Yamin dikonfirmasi Selasa (5/4/2022).

Adapun sejumlah usulan yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut antara lain adalah menyepakati dan meminta kepada seluruh kontraktor pekerjaan jalan di Kecamatan Jemaja Timur harus terlebih dahulu bersilaturahmi dengan pihak Desa dan BPD sebelum melakukan pekerjaan.

Ini karena Jemaja Timur daerahnya banyak perbukitan, sehingga setiap pekerjaan jalan yang masuk wajib membentuk tangga agar tidak terjadi longsor. Kemudian jika pekerjaannya semenisasi, maka harus kokoh dan tidak dikerjakan asal-asalan.

Ia juga mengungkap bahwa dalam pertemuan, peserta musyawarah meminta kepada pihak PUPR Anambas, pengawas dan kontraktor untuk tidak melakukan penyemenan dalam keadaan becek. Bahu dan badan jalan yang akan disemen harus padat, dan tiang listrik yang menggangu pekerjaan segera dipindahkan.

“Jangan dibiarkan, dan proses pemindahan tiang listriknya jangan asal-asalan,” katanya.

Selain itu, peserta musyawarah juga meminta kepada pihak kontraktor agar melakukan pekerjaan di siang hari. Namun sayangnya, hingga saat ini, semua usulan tersebut diduga tidak direspon oleh pemerintah daerah, dan pihak pelaksana.

“Ada banyak usulan evaluasi pembangunan oleh Kades dan BPD se-Kecamatan Jemaja Timur beberapa waktu yang lalu, namun itu semua tidak ditanggapi pemerintah dan pihak kontraktor,” kata dia.

Karena itu, lanjutnya, para Kades bersama BPD se-Kecamatan Jemaja Timur mengkonsultasikan permasalahan ini kepada Camat.

“Hasilnya, kita harus menegur dengan bersurat kepada PUPR Anambas, Ketua DPRD Anambas, dan Bupati. Namun dari surat yang saya kirim beberapa waktu yang lalu hingga kini belum ada tanggapan baik dari PU, DPRD, maupun Bupati sendiri,” sesalnya.

Sementara, Kepala PLN Letung, Ridwan yang dikonfirmasi terkait keberadaan tiang listrik di tengah-tengah jalan tersebut, mengaku masih menunggu keputusan pihak vendor yang menjadi mitra dalam pekerjaan proyek jalan itu.

“Saya masih menunggu konfirmasi dari pihak vendornya, coba tanya langsung kepada vendor pekerjaan jalannya, terakhir saya konfirmasi tanggal 1 Maret 2022, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak vendor,” kata Ridwan.

Hingga berita ini ditayangkan, Wartakepri masih berupaya mengkonfirmasi pihak PUPR Anambas, Bupati Kepulauan Anambas, kontraktor, termasuk vendor yang disebut Kepala PLN Letung itu. (rama)

Honda Capella

FANINDO