Ribuan Handphone Ilegal Asal Singapura Dimusnahkan, Rasyid: BC Fasilitasi Pendaftaran IMEI

113

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Selama kurun waktu dua tahun, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau, telah memusnahkan jutaan batang rokok.

Tidak hanya itu saja, ribuan Handphone Ilegal dengan nilai barang mencapai Rp 9,8 miliar, dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp 3,4 miliar, juga turut dimusnahkan dengan cara dibakar, yang dihadiri oleh Stakeholder terkait lainnya.

Honda Capella

“Barang-barang yang telah dimusnahkan ini merupakan Barang Milik Negara (BMN), hasil penindakan periode 2020-2021 dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kantor pelayanan kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam,” terang Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Akhmad Rofiq melalui Kabid Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri, Rasyid, Rabu (15/6/2022).

Dimana menurut Rasyid, ketentuan impor handphone untuk badan hukum sudah jelas, importir harus memiliki penetapan sebagai Importir Terbatas (IT), dan Persetujuan Impor (PI) yang keduanya diterbitkan oleh Kemendag.

“Perizinan tersebut juga mengatur standar teknis produk, sehingga terjaminnya hak konsumen,” pungkasnya.

BACA JUGA Kementerian KKP Apresiasi Bea Cukai Batam Gagalnya Penyelundupan Benih Lobster

Bagi para penumpang yang membawa handphone baik dari Singapura maupun Malaysia (luar negeri), kata Rasyid Bea Cukai sendiri telah memfasilitasi penggunanan di Indonesia dengan melayani pendaftaran IMEI pada kantor Bea Cukai yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Terhitung sejak tanggal 18 April 2020, ponsel yang dibeli di luar negeri wajib didaftarkan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI)-nya, agar dapat terhubung dengan layanan operator seluler yang beroperasi di seluruh Indonesia,” papar Rasyid.

Rasyid menambahkan, untuk pendaftaran atau registrasi IMEI ponsel yang dibeli di luar negeri, dapat dilakukan di kantor Bea Cukai tempat kedatangan pembeli perangkat tersebut, bandara, pelabuhan, maupun tempat yang telah disediakan (perbatasan)

“Data kelengkapan untuk mendaftarkan IMEI ponsel tersebut dapat diisi secara mandiri lewat situs beacukai.go.id, atau melalui aplikasi Mobile Bea Cukai yang bisa diunduh di Google Play Store (khusus ponsel Android),” paparnya.

Sedangkan untuk jenis rokok ilegal, Bea Cukai akan menindak tegas setiap peredaran rokok yang tidak memenuhi ketentuan pelunasan cukai yang sah.

“Barang-barang ilegal tersebut, selain merugikan negara secara materi, juga tidak terpenuhinya pungutan negara, sehingga akan menimbulkan dampak non-materil berupa terganggunya stabilitas pasar dalam negeri, dampak kesehatan, maupun dampak sosial, termasuk juga tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(Aman)

FANINDO