Kepri Kekurangan Politisi Kritis

332
Jumaga Nadeak dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak bersalaman dengan Gubernur Ansar Ahmad Foto Istimewa/net

Melalui diskusi Metro Forum Posmetro mempublikasi pernyataan dari Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang mengevaluasi dan mengkritisi kinerja sosok Gubernur Kepri. Jumaga Nadeak politisi senior di PDI Perjuangan Kepri ini menilai dari kinerja Ansar Ahmad sebagai Gubernur Kepri.

Berikut kutipan paragraf terbit pada 17 Agustus 2022 lalu di Posmetro.co, dan dinilai wajar karena Jumaga Nadeak seorang legislator.

” Saya berusaha selalu dekat. Dan selalu membackup pekerjaan pak gubernur. Saya sebagai manusia biasa tidak ada istilah musuh. Tapi kawan semua. Saya selalu bekerja sama. Tapi kalau tidak bisa, saya yang mundur. Saya menjauh saja. Menurut penilaian Ketua, soal pemerintahan provinsi saat ini, berapa nilai yang layak untuk pemerintahan saat ini?

Masih sedang sedanglah. Tak sampai 5,8. Sebenarnya kategorinya buruk. Karena sepertinya tidak menggigit. Saya tidak tahu, mungkin ini memandang suksesi ke 2024.

Saya bilang ke gubernur, infrastruktur di Batam sudah OK. Tapi pertumbuhan ekonomi belum. Jadi mestinya Pak Gubernur arahnya ke pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kalau membangun infrastrruktur juga yang digesa untuk mengimbangi di Batam, tidak bisa. Pembangunan infrastruktur di Batam tak terlawan. ”

Awal berita ini terbit, kami tidak ikut ikutan untuk mengusung isu yang memang milik media posmetro. Namun kaget juga ternyata di Kepri ada juga politisi yang menjadi oposisi. Sesuatu yang hampir 10 tahun tidak terdengar ada politisi di Kepri menempatkan dirinya atau partainya sebagai oposisi.

Anggaplah, 10 tahun terakhir Partai PDI Perjuangan menempatkan kadernya memimpin Kepala Daerah di Provinsi Kepri sebagai Wakil Gubernur dan Walikota Tanjungpinang. Dan, selama 10 tahun itu, partai partai yang bukan koalisi dari Partai PDI Perjuangan waktu itu, para politisinya diam diam saja. Terutama dari anggota dewannya. Terkesan fungsi anggota DPRD waktu itu sebagai fungsi penetapan anggaran. Sedangkan untuk mengkritik kinerja kurang menggema.

Dan, baru Tahun 2022 ada lagi kritikan muncul dari seorang politisi. Publik di Kepri sudah pasti memahami kalau Jumaga Nadeak adalah Politisi PDI Perjuangan yang secara partai menempatkan diri sebagai opisisi terhadap Gubenur Kepri Ansar Ahmad.

Akan menjadi lucu, kalau Jumaga Nadeak ketika ditanya media bagaimana dengan nilai kinerja Gubernur Ansar saat ini dengan memberi nilai raport baik alias hijau. Tidak saja lucu, mungkin pernyataan itu akan menyerang balik ke sosok Jumaga sendiri.

Dengan pernyataan Jumaga itu, publik di Kepri akan mudah menyimpulkan pada Pilkada Kepri 2024 nanti Partai yang menaungi Jumaga Nadeak 99 Persen tidak akan berkoalisi dengan Partai yang mendukung Gubernur Ansar Ahmad pada Pilkada 2019 lalu.

Walau sisa kesempatan 1 persen, politik itu tidak pasti, siapa tahu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tertarik mengambil calon Wakil Gubernur tahun 2024 mendatang memilih dari Kader hebat dari PDI Perjuangan di Kepri. Itu kan siapa tahu?

Respon dari pernyataan Jumaga Nadeak selaku Ketua DPRD Kepri, otomatis membuat “Sibuk” Kader dan pengurus Partai pendukung dan tentu jajaran bawan Gubernur Ansar.

“Di beberapa media, diberitakan pada 19 Agustus 2022, bahwa Sejak Gubernur Ansar memimpin Kepri, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau terus membaik dan menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Ansar-Marlin dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur pada 25 Februari 2021. Artinya, hingga Agustus 2022, sudah 18 bulan Ansar memimpin Kepri. Tak menunggu lama, usai dilantik, Ansar langsung menjalankan program kerjanya. Salah satunya recovery ekonomi Kepri yang pernah terpuruk hingga minus 3,80 persen sepanjang tahun 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau secara kumulatif sepanjang tahun 2021 sebesar 3,43 persen. Angka itu jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan tahun 2020. Perekonomian Kepri yang tumbuh positif itu, dipengaruhi oleh beberapa fenomena, seperti, adanya peningkatan ekspor sepanjang Januari-Desember 2021 dibanding periode yang sama di tahun 2020.”

Jika membaca laporan berita diatas, ini bagus. Kritikan dari Jumaga Nadeak membuat tim di Pemerintah Ansar Ahmad bekerja dengan mempublikasi apa apa saja kinerja yang dilakukan 18 bulan terakhir. Walau yang disorot publik di Kepri dan menjadi pertanyaan kenapa jarang ada rapat bersama antara Ansar Ahmad selaku Gubernur dengan Wakilnya di Kantor Gubernur di Dompak.

Dan pertanyaan itu, dijawab dengan kebersamaan Ansar dan Marlin saat HUT RI ke-77 Provinsi Kepri, selain kebersamaan dalam dua kegiatan, Marlin mendapat kado kue ulang tahun dari Gubernur Ansar.

Setelah itu, mungkin sang Wakil kembali “Bertugas di Batam” untuk beberapa waktu.

BACA JUGA Menunggu Cerita Lanjutan dari Nurdin Basirun

Dan, pada Minggu 21 Agustus 2022 ada pemberitaan di media, dari Wakil Ketua DPRD Kepri Rizki Faisal

Menurutnya, sah-sah saja Ketua DPRD Jumaga Nadeak memberikan penilaian demikian. Rizki juga mengetahui dan paham betul siapa Ketua DPRD Kepulauan Riau Jumaga Nadeak.

Namun, sayangnya yang kita baca di media itu kan hanya sebatas statement, tidak ada indikator data yang valid yang dikemukakan Ketua DPRD untuk mengukur buruk atau tidaknya sebuah kinerja Pemerintahan,

Rizki pun menjelaskan, sedikitnya ada tujuh indikator yang bisa dijadikan acuan penilaian kinerja pemerintahan dalam pembangunan. Ketujuh indikator tersebut meliputi program pengentasan kemiskinan, tingkat pengangguran, penurunan angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi, kesenjangan infrastruktur antar pulau, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto).

Jawaban Rizki Faisal ini cukup cerdas, dan langsung mematikan pendapat dari Jumaga Nadeak. Dari kaca mata media, skor yang awal 1-0 berbalik menjadi menang 2-1 untuk Gubernur Ansar Ahmad.

Tentu kita juga ingin tahu juga bagaimana pembelaan dari partai lain pendukung Ansar Ahmad dan Marlin Agustina. Seperti Partai Nasdem, Partai PPP dan lainnya. Menarik juga untuk ditunggu.

Dan, menarik juga untuk disimak, bagaimana dengan partai-partai lain selain PDI Perjuangan di Kepri apakah “Berani” mengkritisi kinerja Gubernur dan Wakilnya. Menarik juga ditunggu, peran politisi di tingkat kota dan kabupaten. Atau memang di Kepri ini kita kekurangan Politisi yang Kritis?

Penulis : Dedy Suwadha
CEO Media WartaKepri.co.id
WK Ketua PWI Kepri

Referensi :

1. https://posmetro.co/2022/08/17/kinerja-gubernur-kepri-kategorinya-buruk/
2. https://www.hariankepri.com/kinerja-baik-ansar-terbukti-lewat-fakta-18-bulan-pimpin-kepri-ekonomi-sudah-5-persen/
3. https://kabarbatam.com/kinerja-gubernur-ansar-dinilai-buruk-oleh-ketua-dprd-kepri-ini-tanggapan-rizki-faisal/

Honda Capella

FANINDO