Mengenal Anggur Brazil atau Kupa Landa, Katanya Buah Syurga Tujuh Rasa

Anggur Brazil
Mengenal Anggur Brazil atau Kupa Landa, Katanya Buah Syurga Tujuh Rasa

Anggur Brazil atau Kupa landa yang dalam bahasa asing disebut Jabuticaba (sebutan dalam bahasa Portugis: [ʒabutiˈkabɐ atau ʒabutʃiˈkabɐ]) (Plinia cauliflora) adalah pokok buah dalam keluarga Myrtaceae berasal dari negeri Minas Gerais dan São Paulo di barat daya Brazil.

Buah ini sering diposting di sejumlah group facebook atau laman belanja online. Postingannya, cukup menggoda dan bikin penasaran. Banyak yg bilang ini BUAH SYURGA😻😻. Rasanya uenakk sekali bikin ketagihan😻😻mau. Pada linknya di Shopee dijual mulai Rp 10 ribu sampai 30 ribu.

Lalu, seperti apa buah angggur Syurga ini, simak penjelasan dibawah ini:

KPU KEPRI

Spesies yang berkaitan dengan genus Myrciaria, dipanggali dengan nama umum yang sama, yang berasal dari Brazil, Argentina, Paraguay, Peru dan Bolivia. Pokok ini ditanam untuk buah-buahannya yang berwarna ungu-hitam berisi putih.

Buah ini boleh dimakan mentah atau digunakan untuk membuat jeli dan minuman (jus biasa atau wine). Nama-nama biasa yang lain termasuk Pokok Anggur Brazil, Jaboticaba, Jabotica, Jabuticabeira, Guaperu, Guapuru, Hivapuru, Sabará dan Ybapuru (Guarani).

Jaboticaba pertama kali dibawa oleh orang Belanda untuk ditanam di sebuah lokasi yang kini menjadi objek wisata, yakni Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Bogor. Pohon Jaboticaba yang ada di Cibodas diperkirakan sudah berusia sekitar 300 tahun. Namun tanaman asal Brazil ini masih hidup dan masih berbuah.

BACA JUGA Es Buah Terserah Batam, Konsep Prasmanan Pembeli Bisa Campur Sendiri

Di Indonesia lebih dikenal Kupa Belanda. Istilah nama Kupa Belanda yang banyak dikenal sebagian masyarakat sunda dikarenakan pada masa kedudukan belanda pohon ini sudah dijumpai di kebun raya Cibodas.

Masyarakat sunda menyebutnya kupa landa. Warna, ukuran, dan bentuk buah jaboticaba memang mirip kupa Syzygium polycephalum alias gowok dalam bahasa Jawa.

Berbeda dari umumnya tanaman Anggur yang ada di Indonesia, Anggur Brazil memiliki karakter berbuah yang unik, Anggur tidak berbuah pada batangnya tapi membutuhkan batang pohonnya yang kokoh sebagai media penopang buahnya.

Menurut Bapak Dadang yang bermula dari sekedar hobby tidak menyangka bisa seramai dan semahal ini hingga akhirnya kecanduan membudidayakan anggur brazil ini, Dia mulai menggeluti hobbynya pada tahun 1987 hingga saat ini sampai ia menjadikan hobbynya sebagai ladang pundi-pundi yang menggiurkan.

“Saya mulanya hanya sekedar hobby untuk ditanam depan rumah sampai ada yang datang kerumah dan menawar pohon tersebut dengan harga yang cukup fantastis bagi saya, Berawal dari situ saya mulai rajin mendalami cara perawatan anggur brazil ini selain untuk di ambil buahnya kadang saya sengaja menjadikannya bibit bonsai,” katanya

“Sampai saat ini saya selalu kebanjiran pesanan dari dalam maupun luar kota termasuk luar provinsi untuk bonsai anggur brazil ini,” tambah Pak Dadang

Anggur Brazil masuk dalam kelompok tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0 – 1000 meter DPL dan memiliki ketergantungan untuk mendapat asupan cahaya matahari agar tetap tumbuh.

Pohon Anggur Brasil memiliki batang pohon yang besar dan menjulang tinggi, serta memiliki banyak cabang dahan. Buahnya memiliki warna ungu kehitam-hitaman. Rata-rata buah Anggur Brazil memiliki diameter sekitar 1-3 cm.

Buah tujuh rasa ini baru berbuah setelah berumur 10-12 tahun dari biji sehingga perlu ketelatenan. Hingga kini belum ada yang berhasil memperbanyak dengan vegetetatif untuk mempersingkat masa berbuah.

Masa tanam Anggur Brasil ini sendiri termasuk tumbuhan yang memiliki periode panjang untuk pertumbuhannya dalam 1 tahun pohon ini hanya tumbuh beberapa jengkal, Apalagi jika ditanam dari biji, butuh waktu sekitar 8 tahun agar pohon ini bisa berbuah.

Dikarenakan itu pohon ini dihargai fantastis dipasaran. Untuk 1 ukuran pohon Jaboticaba yang memiliki ukuran 3 meter, bisa dibanderol dengan harga belasan juta.

sebenarnya ada cara lain untuk mempercepat tumbuhan ini berbuah, yaitu dengan cara membudidayakan melalui stek.

Melalui cara ini kita bisa memotong masa berbuah pohon Jaboticaba dari 8 tahun, menjadi 3 tahun saja asal saja harus diimbangi dengan perawatan yang baik.(*)

Sumber: Wikipedia/Leuweunggledegan.com/nuansasinar pr

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO