Curi Motor, Seorang Terduga Pelaku Diamankan Unit Reskrim Polsek Bengkong

Kapolsek Bengkong Iptu Mardalis. (Foto: Adi/WartaKepri)

BENGKONG – Unit Reskrim Polsek Bengkong mengamankan seorang terduga pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang tengah terparkir di halaman Masjid di kawasan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau.

Ironisnya, terduga pelaku berinisial PS telah melakukan curanmor 16 kali. PS beraksi bersama seorang rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi atau berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolsek Bengkong Iptu Mardalis melalui Kanit Reskrim Iptu Rio Ardian membenarkan telah mengamankan terduga pelaku curanmor di wilayah hukum Polsek Bengkong. Diamankannya PS setelah polisi mendapat laporan kehilangan dari korban.

“Ya benar, telah kita amankan terduga pelaku yang mencuri motor warga yang saat itu tengah terparkir di masjid saat melaksankan shalat subuh. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan barang bukti lainnya,” ujar Iptu Rio melalui keterangannya, Jumat (23/9/2022)

Aksinya terbongkar usai peristiwa pencurian sepeda motor yang terjadi pada Selasa (30/8/2022) lalu sekira pukul 05.05 WIB, di Masjid Jabal Rahmah, Kecamatan Bengkong.

Saat itu, korban selesai melaksanakan shalat subuh di Masjid dan hendak menuju parkiran, kaget karena sepeda motor miliknya yang terparkir di halaman masjid hilang telah dicuri.

“Kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta, dan melaporkan ke Polsek Bengkong guna penanganan lebih lanjut,” jelas Iptu Rio.

Usai mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Bengkong bergerak cepat. Terduga pelaku berhasil diamankan pada Kamis (22/9/2022), sekira pukul 02.00 WIB, di sekitar Kawasan Golden Prawn, Bengkong.

“Terduga pelaku kami amankan saat kongkow bersama rekannya hingga larut malam,” tambah Kanit Reskrim

Selain mengamankan PS, sejumlah barang bukti turut diamankan polisi, diantaranya satu unit sepeda motor Yamaha Vega R tahun 2008 dan satu STNK.

“Kami terus lakukan pengembangan terhadap kemungkinan pelaku lainnya,” ujarnya

Atas perbuatannya terduga pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke (4) dan (5) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara. (*)

Editor: Yusuf Riadi

FANINDO

Honda Capella