Kementerian PUPR Bangun 2 Embung Sebayar dan Air Ringau, Seperti ini kondisi terkini

Kondisi terkini 8 Desember 2022 pembangunan Embung Sebayar kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna
Kondisi terkini 8 Desember 2022 pembangunan Embung Sebayar kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna

HARRIS BARELANG

NATUNA– Pembangunan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya terkonsentrasi di kota besar besar saja, melainkan juga di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau tidak luput perhatian Negara.

Hal ini merupakan wujud nyata implementasi dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas nasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, tulis dari pu.go.id disalin Wartakepri.co.id, kamis, (8/12/2022).

Dalam mendukung ketersediaan air baku dan air tanah di Kabupaten Natuna, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air membangun 2 tampungan air yakni Embung Pulau Serasan di Desa Air Ringau, Kecamatan Serasan Timur dan Embung Sebayar di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.

Kedua embung dibangun pada TA 2022 dengan anggaran Rp39,8 miliar.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam Tuti Sutiarsih mengatakan, kehadiran kedua embung ini diharapkan dapat memberikan solusi ketersediaan air baku di wilayah kepulauan di Natuna.

“Embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu menyimpan air pada saat musim penghujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan. Selain itu, embung juga berfungsi untuk me-recharge air tanah sebagai upaya konservasi sumber daya air,” kata Tuti.

Embung Pulau Serasan memiliki kapasitas tampung 1.682 m3 dengan luas genangan 0,0649 ha. Manfaat utamanya adalah untuk penyediaan air baku sebesar 0,001 m3/detik serta fungsi lain seperti pengendalian banjir dan potensi destinasi wisata baru.

Tercatat hingga Juni 2022, progres fisik pekerjaan Embung Serasan mencapai 13,09% meliputi pembangunan jalan akses, galian dan timbunan jalan akses, galian drainase, pembesian dan pengecoran jalan akses, pekerjaan bak tampung, pembesian dan bekisting dinding.

Perusahaan pemenang tender pembangunan Embung Sebayar Natuna
Perusahaan pemenang tender pembangunan Embung Sebayar Natuna

Selanjutnya Embung Sebayar memiliki kapasitas tampung 410.000 m3 dengan luas genangan 18,5 ha dengan fungsi utama menyediakan air baku sebesar 0,068 m3/detik.

Progres konstruksinya sudah mencapai 23,76% dengan pekerjaan peninggian jalan area genangan lokasi 1 dan lokasi 2 serta pekerjaan spillway seperti pengecoran lantai kerja dinding bagian apron hulu ke mercu dan lantai ambang mercu, instalansi besi lantai hilir mercu, dan fabrikasi besi dinding dan bekisting dinding apron dan mercu.

Proyek bangunan Fisik Embung Sebayar Dikerjakan oleh perusahaan pemenang lelang oleh PT. Menara Gading serta konsultan supervisi oleh PT Budhi Karya Konsultan.

Hingga penghujung tahun 2022, terlihat dari berapa dokumen foto, puluhan aktifitas para pekerja proyek embung sebayar tengah menyelesaikan target di berikan negara melalui kontrak kerja proyek.

Embung tesebut dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera Satu (BWSS 1) dengan nilai anggaran sebesar Rp. 30,6 miliar tercantum dalam kontrak kerja.

Embung Sebayar di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diketahui jadi harapan besar bagi warga Ranai dan sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Meskipun masih dalam tahap pengerjaan, embung seluas 18 hektare ini diyakini mampu menjawab persoalan air bersih di ibu kota Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna Wan Siswandi berapa waktu lalu mengatakan berharap pekerjaan fisik diharapkan sesuai tepat waktu. Yang mana bahwa pembangunan Embung Sebayar menelan anggaran APBN Rp.30,6 miliyar di atas lahan masyarakat 5 hektar yang dihibahkan ke pemerintah daerah.

“Kita harus berfikir untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar, kedepan kebutuhan air bersih akan meningkat, untuk itu pemerintah daerah telah membentuk tim untuk proses membebaskan tanah seluas 18 hektar untuk lahan resapan Embung Sebayar,” terang Wan Siswandi kepada media belum lama ini di ranai.

(Rk)

 

FANINDO

Honda Capella