
TANJUNGPINANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri sambut Hari Pers Nasional (HPN) dengan memulai rangkaian kegiatan tali asih di Rumah Bahagia Bintan, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Kamis (8/2/24).
Rumah Bahagia Bintan telah beroperasi selama 17 tahun dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-17 pada 17 Januari 2024. Dewi Kumalasari, pembina Rumah Bahagia Bintan, menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam perjalanan pembangunan rumah ini.
BACA JUGA: Pengalaman Haru di Rumah Bahagia Bintan: Nenek Djuriah Menyentuh Hati dengan Puisinya
Salah satu kisah yang menyentuh adalah tentang nenek Embun, yang berusia 91 tahun dan telah tinggal di Rumah Bahagia selama 17 tahun. Nenek Embun berasal dari Tembeling dan datang ke rumah ini setelah kehilangan suami dan tidak memiliki anak yang dapat merawatnya.
Dihuni 40 Orang Lansia
Ketua harian, Mariani (67), mantan karyawan dinas kesehatan Bintan, menceritakan bahwa Rumah Bahagia memiliki 40 penghuni, terdiri dari 20 kakek dan 20 nenek. Meskipun ada cerita lucu dan duka di sana, para penghuni berusaha untuk bahagia di rumah tersebut.
Kegiatan rutin para lansia di rumah ini termasuk senam setiap pagi, sarapan, dan belajar wirid dan bacaan ayat pendek. Ada juga kegiatan kerajinan yang dilakukan setiap Kamis.
BACA JUGA: Bupati Sabar AS dan Anggota DPRD Pasaman Membuka Turnamen Volly IPK Cup Katimahar
Kedatangan rombongan PWI Kepri disambut dengan Kompang dan lagu sholawat. Nenek Juriah, yang telah tinggal di Rumah Bahagia selama 11 tahun, menyampaikan pantun dan puisi yang mengharukan, membuat beberapa anggota rombongan meneteskan air mata.
Layak atau tidaknya nenek dan kakek masuk ke Rumah Bahagia ditentukan oleh surat pengantar dari Dinsos dan surat keterangan dari RT/RW setempat. Misalnya, Nenek Sanam, yang telah tinggal di sana selama 10 tahun. Dia datang setelah suaminya meninggal dunia dan hidup bersama anak yang tuna rungu.
Meskipun Rumah Bahagia menerima bantuan dari pemerintah setempat dan donatur untuk kebutuhan sehari-hari, terdapat kesulitan, terutama dalam hal makanan. Namun, para pengurus berkomitmen untuk terus membantu dan menjaga kesejahteraan para penghuni. (*)
Editor: Denni Risman





























