JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil membongkar kecurangan sejumlah SPBU dengan memalsukan BBM jenis Pertamax di Jakarta, Depok, dan Tangerang.
Brigjen Nunung Syaifuddin dari Dittipidter Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Dalam catatan Mabes Polri sudah ada 16 kasus sebelumnya sejak bulan Januari 2024.
BACA JUGA: Berkah Ramadhan, Kapolres Anambas dan Anggota Bagikan Takjil untuk Masyarakat
“Sejak bulan Januari sampai dengan saat ini, ada 16 kasus ya. Termasuk yang ini, ada 17 kasus terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh pengelola SPBU,” kata Brigjen Nunung dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (28/3/2024).
Nunung menyatakan bahwa kasus ke-17 ini melibatkan modus baru dalam kecurangan SPBU.
BACA JUGA: Polda Kepri Mutasi dan Beri Promosi ke 29 Perwira Menengah dan Personel
Awalnya, polisi berhasil mengungkap kasus kecurangan di SPBU yang terletak di wilayah Tangerang, Banten. Dari sana, polisi melakukan pengembangan dan menemukan 2 SPBU lainnya yang menggunakan modus yang sama.
“Jadi sudah 4 SPBU yang melakukan penyimpangan dengan modus yang sama,” jelasnya.
Dalam penanganan kasus ini, polisi telah membuat tiga laporan (LP) dan menetapkan 5 orang tersangka, termasuk pengelola dan manajer dari SPBU yang terlibat.
BACA JUGA: Polda Kepri Mutasi dan Beri Promosi ke 29 Perwira Menengah dan Personel
Berikut adalah daftar 4 SPBU yang terlibat dalam pemalsuan BBM:
1. SPBU 34.151.42 di Jalan HOS Cokroaminoto No 8, Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten (Ciledug).
2. SPBU 34.151.39 di Jalan KH Hasyim Ashari RT 02 RW 001, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten (Cipondoh).
3. SPBU 34.115.09 di Jalan Arteri Kelapa Dua Raya, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat.
4. SPBU 34.169.24 di Jalan Raya Bogor Km 28,5, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam praktik kecurangan ini dan memastikan bahwa konsumen tidak lagi menjadi korban dari praktik penipuan semacam ini. (*)
# pemalsuan pertamax
sUMBER: TVONE






























