Sejoli Terduga Pembuang Bayi Berhasil Diringkus Polisi Karimun

Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus saat menggelar konferensi pers kasus pembuangan bayi.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tim Opsnal Satreskrim Polres Karimun berhasil menangkap sepasang kekasih yang diduga membuang bayi yang baru lahir di pelataran rumah milik warga di Baran I, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, Jum’at (14/6/2024).

Penangkapan sejoli, yakni Mawar (samaran) yang merupakan salah seorang siswi disalah satu SMAN yang masih berusia 16 tahun dan kekasihnya berinisial MR (22) merupakan buruh bangunan, setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus penelantaran anak yang terjadi pada 30 April 2024 lalu.

“Identitas para pelaku terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama enam minggu,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus saat menggelar konferensi pers, Minggu (16/6/2024).

KPU KEPRI

Kapolres membeberkan kronologis penangkapan kedua pelaku berawal saat mengamankan orang tua kandung (ibu) Mawar di rumahnya kawasan Baran I.

“Berawal dari penangkapan tersebut, kami lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut dan berhasil menangkap kekasihnya MR di kawasan Lubuk Semut,” beber Kapolres.

Saat dilakukan interogasi, kata Kapolres kedua pelaku mengakui seluruh perbuatan bejatnya, dimana telah membuang dan menelantarkan bayi.

“Selanjutnya kedua pasangan sejoli tersebut langsung digelandang menuju Mapolres Karimun untuk proses hukum lebih lanjut,” tutur Kapolres.

Dari pengakuan kedua pelaku, masih kata Kapolres nekat membuang serta menelantarkan bayi lantaran takut ketahuan oleh orang tuanya, karena tengah hamil di luar nikah.

“Sehingga menjadi panik dan berpikir untuk membuang darah dagingnya sendiri,” pungkasnya.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sehelai jaket warna hitam milik MR, satu helai celana kain warna abu-abu, satu helai sweater warna merah putih, sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk memotong plasenta, sehelai kantong warna kuning untuk membungkus plasenta serta satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hitam.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 307 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara tujuh tahun enam bulan.

Kemudian pasal 305 KUHP ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun enam bulan dan pasal 81(2)Jo 76 D undang-undang nomor 17 tahun 2016, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO