Home Hukrim Diduga Limbah PT Karimun Sembawang Shipyard, Penyebab Tangkapan Nelayan Berkurang

Diduga Limbah PT Karimun Sembawang Shipyard, Penyebab Tangkapan Nelayan Berkurang

Para nelayan Kelurahan Pasir Panjang, Tanjungbalai Karimun mengeluhkan hasil tangkapan ikan berkurang sejak bulan Mei 2025 hingga saat ini. Mereka menduga, limbah yang berasal dari kegiatan blasting PT Karimun Sembawang Shipyard menjadi penyebabnya.(Foto: Junizar)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Para nelayan Kelurahan Pasir Panjang, Tanjungbalai Karimun mengeluhkan hasil tangkapan ikan berkurang sejak bulan Mei 2025 hingga saat ini. Mereka menduga, limbah yang berasal dari kegiatan blasting PT Karimun Sembawang Shipyard menjadi penyebabnya.

Bersama masyarakat nelayan dan Tim Penyidik Satreskrim Polres Karimun, menyusuri bibir pantai yang berbatasan langsung dengan PT Karimun Sembawang Shipyard, guna membuktikan dugaan tersebut.

Dari hasil penelusuran, terlihat pasir sekitar pantai tepat di samping tembok PT Karimun Sembawang Shipyard terlihat berwarna hitam dan menjadi keras.

Untuk membuktikan dugaan para nelayan tersebut, Tim Penyidik Satreskrim Polres Karimun selanjutnya melakukan penyelidikan awal dengan mengambil sample pasir pantai yang berwarna hitam tersebut.

Juru Bicara Konsorsium Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Nelayan Teluk Paku, Lewi Ginting mengatakan, setidaknya terdapat 200 orang nelayan yang terdampak akibat penurunan hasil tangkapan ikan.

“Kami sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun dan Komisi III DPRD Karimun, mereka sudah turun langsung ke lokasi pantai untuk mengecek,” terang Lewi, Kamis, 9 Oktober 2025.

“Namun hingga saat ini belum juga ada hasilnya, oleh sebab itu kami kembali melaporkan hal ini kepada Polres Karimun,” tambah Lewi.

Ia berujar bahwa, pihaknya pernah diundang oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun pada tanggal 16 September 2025 lalu, untuk membahas perihal tersebut bersama dengan pihak PT Karimun Sembawang Shipyard, namun pihak perusahaan tidak hadir dan mangkir pada pertemuan tersebut.

“Kami juga pernah menggelar rapat dengar pendapat bersama DPRD Karimun terkait permasalahan ini, namun pihak perusahaan juga tidak hadir pada saat itu,” ujarnya kecewa.

Ia berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun bersama dengan DPRD dapat segera menyelesaikan permasalahan.

“Kami meminta agar pemerintah daerah bersama DPRD Karimun dapat membantu para nelayan menyelesaikan persoalan yang dihadapi saat ini,” tandasnya.(Junizar)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp