Tarif Listrik di Batam Naik Mulai Juli 2024, Ini Alasan Pemerintah

Tarif Listrik di Batam Naik Mulai Juli 2024, Ini Alasan Pemerintah
Tarif listrik non subsidi di Batam, naik mulai Juli 2024 ini (ilustrasi)

BATAM – Mulai bulan Juli, tarif listrik untuk golongan non subsidi naik di Kota Batam. Kenaikan itu diumumkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), lewat keterangan tertulis, Jumat (28/6/2024).

Kenaikan ini mencakup rumah tangga mampu, bisnis dan industri menengah, serta sektor pemerintahan di Batam.

Pemerintah menyebutkan bahwa PT PLN Batam belum pernah melakukan perubahan tarif listrik sejak 2017. Penyesuaian tarif ini dipicu oleh perubahan parameter makro ekonomi, termasuk kurs, inflasi, dan harga energi primer.

KPU KEPRI

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P. Hutajulu, menjelaskan bahwa parameter ekonomi makro yang digunakan untuk tariff adjustment triwulan III 2024, yaitu kurs Rp 15.656,22/USD dari Rp 13.300/USD. Lalu harga gas 6,39 USD/MMBTU dari 5,8 USD/MMBTU, dan harga batubara 65,90 USD/ton dari 58 USD/ton, telah berubah signifikan sejak asumsi tahun 2017.

“Penerapan tariff adjustment triwulan III 2024 oleh PT PLN Batam berkisar antara 6,00-9,83% dan hanya menyasar 11 dari 23 golongan pelanggan,” ujar Jisman.

Pemerintah sangat berhati-hati dalam menerapkan penyesuaian tarif ini agar tetap menjaga daya saing industri di Batam, sehingga sebagian golongan tarif di Batam masih di bawah Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik.

PLN Batam diharapkan lebih mandiri karena tidak menerima subsidi dan kompensasi dari pemerintah, berbeda dengan PT PLN (Persero). Selain itu, tarif tenaga listrik untuk pelanggan rumah tangga 450 VA & 900 VA dan pelanggan sosial hingga daya 2.200 VA disamakan dengan tarif nasional yang mendapat subsidi.

Dengan implementasi tariff adjustment ini, PT PLN Batam diproyeksikan memperoleh margin sebesar 3,04% yang sebelumnya negatif. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan pelayanan kepada masyarakat.

Jisman juga meminta PT PLN Batam untuk meningkatkan efisiensi operasional guna menjaga keberlangsungan penyediaan listrik di Batam.

“Kami tetap meminta PLN Batam untuk meningkatkan efisiensi operasional agar keberlangsungan usaha listrik di Batam tetap terjaga,” tutup Jisman. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO