Tiga Kapal Penambang Pasir Ilegal Ditangkap Bakamla di Perairan Pulau Babi Karimun

Tiga Kapal Penambang Pasir Ilegal Ditangkap Bakamla di Perairan Pulau Babi Karimun
Tiga kapal penambang pasir ilegal berhasil diamankan kapal patroli Bkamla RI di perairan Pulau Babi, Karimun (foto bakamla ri)

BATAM – Kapal patroli KN Bintang Laut-401 milik Bakamla berhasil menghentikan aktivitas penambangan pasir ilegal yang dilakukan oleh tiga kapal di Perairan Pulau Babi, Tanjung Balai Karimun, pada Jumat (28/6/2024).

Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI, Kapten Yuhanes Antara, menjelaskan bahwa tindakan ini bermula ketika KN Bintang Laut-401 mendeteksi tiga kapal yang mencurigakan melalui radar pada jarak 0.8 Nautical Mile di posisi 00°58′ 315″ N – 103°22′ 464″ E sekitar pukul 08.30 WIB.

Setelah melakukan pemantauan dengan teropong, terlihat kapal KM Nurul Yakin Baru, KM HARY, dan KM Cinta Damai sedang menambang pasir secara ilegal.

KPU KEPRI

Komandan KN Bintang Laut-401, Letkol Andi Christy Mahendra, segera menginstruksikan ABK untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan sekoci.

Di lokasi, tim langsung memerintahkan penghentian aktivitas penambangan dan memeriksa 9 anak buah kapal (ABK), termasuk nahkoda masing-masing kapal.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan KM Cinta Damai berhasil mengangkut sekitar 30 ton pasir laut dengan bantuan KM Nurul Yakin, sementara KM HARY masih kosong menunggu giliran muat,” ungkap Kapten Yuhanes.

Ketiga kapal tersebut diduga melanggar Pasal 16A JO 16 Ayat (2) UU No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, serta Pasal 23 Ayat (1) JO Pasal 10 Ayat (1) PP No 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sedimentasi di Laut.

Mereka melakukan kegiatan penambangan di luar area yang diizinkan, sesuai dengan Surat Menteri KKP dan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau.

Saat ini, ketiga kapal telah dibawa ke Dermaga Pangkalan Bakamla Batam untuk proses lebih lanjut. Bakamla RI berharap tindakan ini dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan menjaga perairan dari aktivitas ilegal yang merugikan negara. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO