Home Karimun Sosok Jaksen Mengabdi jadi Guru Selama 35 Tahun di SMAN 1 Karimun

Sosok Jaksen Mengabdi jadi Guru Selama 35 Tahun di SMAN 1 Karimun

Jaksen (60), 2 dari arah kanan, mengabdi menjadi guru pengajar selama 34 tahun 10 bulan di SMA Negeri 1 Karimun.(Foto Istimewa).
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tidak mudah untuk melakukan konsistensi dan komitmen menjadi seorang guru selama puluhan tahun.

Namun, hal ini berhasil dilakukan oleh pendidik SMA Negeri 1 Karimun, Jaksen (60). Ia mengabdi menjadi guru pengajar selama 34 tahun 10 bulan.

Mengawali karier sebagai seorang pendidik, merintis mulai dari ijazah Diploma (D3) Pendidikan Fisika, alumni Universitas Sumatera Utara, Medan ini mulai menularkan ilmunya (mengajar) di SMAN 1 Karimun pada tanggal 8 Februari 1990 silam.

“Saya merasakan ketidakpuasan ketika pencapaian anak didik kurang maksimal,” ujar Jaksen, Kamis (31/10/2024).

“Dan akan merasa puas dan bangga apabila para siswa dan siswi berhasil dalam menyelesaikan belajarnya dengan baik, sehingga dapat mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, dapat diterima di Universitas Negeri,” tambah Jaksen.

Bagi Jaksen, pencapaian maksimal itulah yang menjadikan dirinya mampu memperhatikan secara efektif dan efisien terhadap materi yang diajarkan kepada siswa-siswinya.

“Oleh karena itu inovasi pada setiap proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh setiap guru,” ungkap pria kelahiran Binjai, 20 Oktober 1964 ini.

Untuk itu, menurutnya belajar sains merupakan ilmu terkait gejala alam dalam ruang lingkup pengalaman manusia, ilmu pengetahuan tentang alam semesta dan isinya serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya.

“Untuk belajar sains ini kan terdapat konsep-konsepnya, kita kan sudah paham dan mengetahui, tinggal lagi menterjemahkan kepada anak-anak saja,” tutur guru fisika dan kimia yang hobi membaca buku dan olahraga ini.

Terkait proses belajar mengajar saat ini, terlebih di era modern digitalisasi ia mengakui sangat terbantu dan mendukung sekali.

Mengawali karier sebagai seorang pendidik, berawal dari ijazah Diploma (D3) Pendidikan Fisika, alumni Universitas Sumatera Utara, Medan ini mulai memberikan ilmunya (mengajar) di SMAN 1 Karimun pada tanggal 8 Februari 1990 silam.(Foto: Istimewa)

Pasalnya, kemajuan teknologi saat ini dapat mengakses berbagai sumber belajar dan materi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja.

Tidak hanya itu saja, menurutnya dapat menggunakan teknologi untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, seperti presentasi multimedia, video pembelajaran dan platform e-learning.

“Hanya saja kendalanya, anak didik terlalu menggantungkan (ketergantungan) terhadap multi media tersebut,” katanya.

Sehingga masih kata Jaksen, para siswa dan siswi tidak fokus pada inti pembelajarannya, mengambang.

“Kalau kita dahulu belajar kan fokus kepada konsep pembelajaran, tinggal lagi nanti pematangannya dalam bentuk penyelesaian soal-soal,” imbuhnya.

Berbeda dengan anak didik yang diberikan dalam penyelesaian soal-soal, sementara konsepnya tidak dimiliki oleh para siswa. Sehingga tidak mendapatkan konsep-konsep pembelajaran dengan baik.

“Contoh penyelesaian soal-soal, ketika diberikan sedikit saja para siswa mengeluh dan sulit untuk mengerjakan tugas, sehingga menjadi ngawur semua jawabannya, terlebih untuk ilmu sains ini konsepnya memang harus matang,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengenang masa lalu yang paling berkesan ketika mendapatkan beasiswa dari pemerintah pusat untuk melanjutkan kembali Strata 1 (S1).

Tepatnya pada bulan Desember 1998, diberikan peluang sebagai bentuk apresiasi.

“Tentunya sangat bersyukur, dapat melanjutkan kembali kuliah dengan jurusan yang sama, S1 di Universitas Lampung (UNILA),” tandasnya.(Aman)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp