Home Komunitas Jumat Berkah, MAPIJEK Tanjungpinang Gelar Baksos: Tak Selamanya Hitam itu Kelabu

Jumat Berkah, MAPIJEK Tanjungpinang Gelar Baksos: Tak Selamanya Hitam itu Kelabu

MAPIJEK Tanjungpinang
Mantan Napi Projek (Mapijek) Tanjungpinang berkumpul dalam sebuah aksi sosial, berbagi makanan kepada masyarakat sekitar di bilangan Tamanbatu 10, Bintan Centre.(Foto: Istimewa)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Sore itu, langit di Kota Tanjungpinang mulai berubah warna jingga. Suasana di Tamanbatu 10, Bintan Centre, yang biasanya tenang, tiba-tiba dipenuhi aktivitas yang tak biasa.

Sekelompok orang mengenakan jaket hitam dengan logo bercorak hitam merah mencolok di bagian punggung. Dengan membawa makanan 4 sehat 5 sempurna, menebarkan senyum manis dan tulus penuh dengan cinta serta keakraban yang mendalam.

Wajah-wajah mereka bukan milik pejabat, bukan pula dermawan mapan. Mereka adalah mantan narapidana yang kini memilih untuk mengabdi dan berbagi.

Ya, merekan merupakan Komunitas Mantan Napi Projek ( MAPIJEK Tanjungpinang ). Sebuah komunitas yang digagas dan digerakkan oleh para mantan napi yang pernah berada dalam ruang-ruang sempit di Lembaga Pemasyarakatan, namun kini memilih membuka lembaran baru.

Pukul 16.00 WIB, anggota Mantan Napi Projek (Mapijek) Tanjungpinang berkumpul dalam sebuah aksi sosial berbagi makanan kepada masyarakat sekitar.

Tak perlu panggung megah atau seremoni panjang, hanya gerakan hati tulus dan ikhlas yang menjadi sumber energi.

Puluhan makanan hangat dibagikan kepada siapa pun yang membutuhkan dan dalam waktu kurang dari lima menit, semuanya ludes habis.

“Ini bukan tentang besar kecilnya bantuan, tapi tentang pesan yang kami sampaikan bahwa para mantan napi, juga dpaat berbuat baik,” ujar Founder MAPIJEK Tanjungpinang, Virza Octa Kurniawan, Jum’at, 4 Juli 2025.

Kegiatan bakti sosial ini kata Virza bukan sekadar berbagi makanan, terkandung pesan penting yang ingin disampaikan khalayak ramai dan masyarakat, mantan narapidana bukan aib, mereka adalah manusia yang ingin bangkit dan berbagi.

“Para anggota MAPIJEK menunjukkan identitas barunya, bukan sebagai orang buangan, tetapi sebagai agen perubahan sosial,” imbuhnya.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Beberapa warga bahkan terlihat menyalami dan menyampaikan terima kasih kepada para anggota MAPIJEK.

Tak sedikit juga yang bertanya, ini dari mana, ya? bagus sekali kegiatannya.

“Saya berharap, masyarakat bisa melihat bahwa mantan narapidana juga bisa melakukan kegiatan yang positif,” ungkap Virza.

Tentu kata Virza komunitas yang sudah dirintisnya sejak dua tahun tersebut mampu menunjukkan kepeduliannya.

“Kami ingin mengajak siapa pun yang ingin ikut serta, agar dapat bergabung dan mendukung gerakan ini,” ungkap Virza.

Founder MAPIJEK Tanjungpinang, Virza Octa Kurniawan, bersama Direktur MAPIJEK, Hermansyah dan anggota.(Foto: Istimewa)

“Kegiatan ini memang sederhana, tanpa panggung tanpa pengeras suara, tanpa selebaran mewah. Hanya makanan hangat, jaket kebanggaan dan semangat tulus untuk berbagi,” tambah Virza.

Virza berujar bahwa, kegiatan tersebut jauh lebih dalam menyentuh sisi kemanusiaan, baik dari penerima maupun pemberi.

“Mampu berkontribusi dan menyentuh sisi kemanusiaan,” katanya.

Hermansyah alias Ambon, selaku Direktur MAPIJEK, turut hadir membaur bersama warga. Dalam pesannya, ia menyentil stigma selama ini membelenggu mereka yang pernah tersandung masalah hukum.

“Jangan malu karena status mantan napi. Kami sudah membayar lunas masa lalu kami. Sekarang saatnya menatap masa depan,” ucap Hermansyah.

Untuk itu anggota MAPIJRK kata Hermansyah ingin hidup lebih baik dan ingin berkontribusi.

Aksi sosial ini bukan kegiatan pertama MAPIJEK, namun menjadi salah satu aksi paling bermakna di pertengahan tahun 2025 ini.

“Kegiatan ini, terselip makna dan misi yang jauh lebih besar, yakni menghapus stigma terhadap mantan narapidana sekaligus membuka mata masyarakat bahwa kesempatan kedua adalah hak setiap manusia,” pungkasnya.

Ia menambahkan, komunitas ini sudah pernah menjalani hukuman, sudah membayar lunas kesalahannya di balik jeruji besi.

“Apa kami masih harus terus dihukum dengan penolakan dan pandangan sinis,” katanya.

Untuk itu kata Hermansyah pihaknya ingin membuktikan bahwa hidup para mantan narapidana bisa lebih baik dan mampu berkontribusi ditengah-tengah masyarakat.

Baginya, menjadi mantan napi bukan akhir dari segalanya, justru itu adalah titik balik dimana seseorang bisa memilih, apakah tetap tenggelam dalam penyesalan atau bangkit dan membuktikan diri.

“Perubahan besar selalu berawal dari hal kecil dan itulah yang diyakini oleh MAPIJEK,” sebut Hermansyah.

Kegiatan tersebut masih kata Hermansyah diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak orang. Masyarakat, pemerintah bahkan siapa pun. Kalau satu kota bisa mendukung komunitas, bayangkan berapa banyak hidup yang bisa diselamatkan.

“Kami bukan komunitas tertutup. Kami adalah tempat bertumbuh, bukan hanya untuk mantan napi saja, tapi juga untuk siapa pun yang ingin melihat masa depan yang jauh lebih baik lagi,” tandasnya. (azis maulana)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026