Home Batam Pegiat Anti Korupsi Kepri Desak Kapolda Tegas: Bukan Cerminan Aktivis Cerdas

Pegiat Anti Korupsi Kepri Desak Kapolda Tegas: Bukan Cerminan Aktivis Cerdas

Tuduhan dua orang oknum berinisial HT dan IT, yang mengklaim diri sebagai aktivis mendapat sorotan tajam dari pegiat antikorupsi senior Kepri, M Hafis (43), yang namanya dikenal garang karena telah banyak menyeret kasus korupsi ke meja hijau.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dunia aktivis antikorupsi di Kepulauan Riau (Kepri) sedang memanas.

Dua orang oknum berinisial HT dan IT, yang mengklaim diri sebagai aktivis, dituding telah mencoreng nama baik para pejuang keadilan.

Tuduhan ini datang dari pegiat antikorupsi senior Kepri, M Hafis (43), yang namanya dikenal garang karena telah banyak menyeret kasus korupsi ke meja hijau.

WhasApp

Ia mengaku gerah dan mendesak Kapolda Kepri untuk mengambil tindakan tegas. Apa yang dilakukan HT dan IT sampai membuat Hafis murka.

Provokasi investasi hingga dugaan pemerasan dan asusila

Pangkal masalahnya terletak di Karimun. HT diduga menjadi dalang di balik provokasi terstruktur penolakan investasi tambang pasir darat di Sawang, Kundur Barat.

“HT ini sibuk melakukan dugaan provokasi penolakan tambang pasir darat. Namun sayangnya, terkesan tendensius,” ujar Hafis di Batam Centre, Minggu, 14 Desember 2025.

Menurut penelusuran Hafis, perusahaan tersebut (PT) justru didukung masyarakat sekitar dan masih dalam tahap pengurusan izin (SIPB).

Ironisnya, warga kini dikabarkan keberatan atas ulah oknum ini karena merasa diadu domba.

“Ini bukan cerminan aktivis yang cerdas dan berakal,” tegas Hafis.

Fakta mencengangkan yang diungkap oleh Hafis, yaitu HT merupakan warga Tanjungpinang dan IT merupakan warga Karimun yang berbeda pulau.

Keduanya dituding tidak memiliki kepentingan langsung di lokasi investasi.

“HT dan IT kan bukan orang sawang, beda pulau dan wilayah. Kenapa mereka tidak meneriakkan tambang pasir darat ilegal di wilayah masing-masing,” sindir Hafis.

Tidak hanya itu saja, Hafis mengingatkan, ulah dua oknum ini bisa menjadi preseden buruk yang merusak citra Kepri di mata investor, padahal pemerintah daerah sedang berjuang meningkatkan PAD.

Hafis juga mengungkapkan bahwa, kedua oknum ini sedang terjerat masalah hukum yang serius di kepolisian.

“HT terlapor di Mapolresta Tanjungpinang pada Agustus 2025 lalu atas dugaan provokasi dan masih wajib lapor,” ujarnya.

Sementara itu, oknum IT merupakan terlapor di Mapolres Karimun atas kasus dugaan pemerasan dan penipuan.

“Juga dugaan chat asusila terhadap seorang wanita yang juga tersangka kasus Korupsi KPU Karimun. IT diduga meminta uang, menjanjikan lolos dari jeratan tersangka, bahkan mengatasnamakan Kasipidsus,” ketusnya.

Desakan keras kepada Kapolda Kepri: jaga marwah

Hafis meminta Kapolda Kepri, Kapolresta Tanjungpinang dan Kapolres Karimun untuk bertindak tegas, agar citra Provinsi Kepulauan Riau tetap terjaga baik di mata investor maupun masyarakat.

“Saya meminta Kapolda Kepri, Kapolresta Tanjungpinang serta Kapolres Karimun bertindak tegas. Mereka inilah sebenarnya penjaga marwah Kepri,” pintanya.

Ia juga menyayangkan jika ulah segelintir oknum merusak perjuangan aktivis Kepri yang tulus.

“Kasian juga rekan-rekan aktivis di Kepri ini yang bener-bener berjuang tanpa kepentingan, rusak karena kelakuan mereka,” tutupnya.

Penulis: Junizar

Editor: Azis Maulana

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O