
ANAMBAS — Ketua DPRD Anambas Rian Kurniawan, angkat bicara terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Siantan Tengah.
Rian menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Kamis (16/4/2026)
DPRD menilai perlu adanya klarifikasi serta evaluasi komprehensif guna memastikan kejadian serupa tidak terulang. Pemanggilan Dinkes tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait pengawasan, standar keamanan pangan, hingga mekanisme distribusi makanan dalam program MBG. Selain itu, DPRD juga ingin memastikan sejauh mana prosedur operasional telah dijalankan sesuai ketentuan.
Kasus dugaan keracunan ini sebelumnya telah menyebabkan ratusan siswa harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan. Bahkan, operasional SPPG di wilayah Air Asuk terpaksa ditutup sementara sebagai langkah antisipatif.

DPRD menegaskan bahwa evaluasi ini penting untuk menjaga kualitas program MBG yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, khususnya pelajar.
Selain memanggil Dinkes, DPRD juga mendorong adanya investigasi menyeluruh terhadap sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Pemeriksaan sampel makanan serta pengawasan ketat terhadap proses produksi dan distribusi dinilai menjadi langkah krusial.
Di sisi lain, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, termasuk melalui uji laboratorium oleh instansi berwenang.
DPRD Anambas berharap hasil evaluasi nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem, sehingga program MBG tetap berjalan dengan aman, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (dv)
Kiriman : Rama






























