Advertisement
Home Karimun Hari Jadi Karimun ke-198: Momentum Edukasi Sejarah, Budaya dan Kebersamaan

Hari Jadi Karimun ke-198: Momentum Edukasi Sejarah, Budaya dan Kebersamaan

Kabupaten Karimun memperingati hari jadinya yang ke-198 pada 1 Mei 2026, mendatang. Meski dirayakan secara sederhana, makna yang terkandung di dalamnya tetap penting, terutama sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang sejarah, budaya, dan identitas daerah.(Foto: Junizar)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Kabupaten Karimun kembali memperingati hari jadinya yang ke-198 pada 1 Mei 2026.

Meski tahun ini perayaan dilaksanakan secara sederhana, makna yang terkandung di dalamnya tetap penting, terutama sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang sejarah, budaya, dan identitas daerah.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan, hari jadi daerah bukan sekadar acara seremonial. Peringatan ini menjadi momen refleksi untuk memperkuat jati diri masyarakat Karimun, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Hari jadi Kabupaten Karimun, memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mengingatkan masyarakat pada sejarah terbentuknya daerah sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap daerah,” terang Bupati.

Tidak hanya itu saja, menurut Bupati, mampu mendorong pelestarian budaya local dan mempererat kebersamaan antarwarga. Dalam konteks Karimun, peringatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi Melayu kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Pemerintah Kabupaten Karimun tetap menggelar beberapa kegiatan utama yang sarat nilai budaya dan spiritual, di antaranya syukuran dan doa bersama sebagai bentuk rasa Syukur serta ziarah ke makam leluhur di Masjid Al-Mubarak untuk mengenang jasa pendahulu,” katanya.

Selain itu, kata Bupati, masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi aktif dengan mengadakan kegiatan mandiri yang relevan, seperti pertunjukan seni, diskusi sejarah lokal, atau kegiatan sosial.

“Masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi aktif dengan mengadakan kegiatan mandiri yang relevan, seperti pertunjukan seni, diskusi sejarah lokal, atau kegiatan sosial,” tutur Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun, Grendy Regel Tuerah, mengungkapkan, pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya Hari Jadi Karimun melalui sekolah dan masyarakat.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengedarkan surat imbauan agar masyarakat memperingati hari tersebut, termasuk mengenakan pakaian tradisional Melayu seperti baju kurung,” ungkapnya.

Langkah ini kata Grendy bertujuan untuk menanamkan kesadaran budaya sejak dini sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. Walaupun peringatan tahun ini berlangsung tanpa kemeriahan besar karena keterbatasan anggaran dan persiapan, esensi dari Hari Jadi Karimun tetap terjaga.

“Justru, kesederhanaan ini dapat menjadi pengingat bahwa nilai utama dari perayaan adalah kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, dan komitmen menjaga budaya. Dengan memahami makna di balik peringatan ini, masyarakat tidak hanya merayakan, tetapi juga belajar dan mengambil peran dalam melestarikan warisan daerah untuk generasi mendatang,” tandasnya.

Penulis: Junizar

Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026