Home Berita Utama Drama hingga Injury Time, Chelsea Amankan Kemenangan atas Brighton

Drama hingga Injury Time, Chelsea Amankan Kemenangan atas Brighton

Chelsea dan Brighton
Chelsea Tundukkan Brighton 4-3, Drama Tujuh Gol Warnai Stamford Bridge
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, LONDON – Chelsea FC meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Brighton & Hove Albion pada pekan kedua Liga Inggris 2026/2027 di Stamford Bridge, Minggu (30/8/2026).

Pertandingan berlangsung sengit dengan total tujuh gol. Chelsea sempat unggul tiga gol lebih dulu, tetapi Brighton mampu bangkit dan membuat laga berlangsung menegangkan hingga menit akhir.

Chelsea membuka keunggulan pada menit ke-4 melalui Roméo Lavia. Gol tersebut tercipta setelah kesalahan di lini belakang Brighton dimanfaatkan Lavia untuk mencetak gol dari jarak dekat.

Pedro Neto kemudian menggandakan keunggulan Chelsea pada menit ke-14 setelah memanfaatkan umpan Morgan Rogers. The Blues semakin menjauh pada menit ke-32 melalui João Pedro yang menyelesaikan umpan Jorrel Hato.

Brighton tidak menyerah. Malick Yalcouyé memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 pada menit ke-35 melalui penyelesaian yang membuat tim tamu kembali memiliki harapan.

Memasuki babak kedua, Brighton terus memberikan tekanan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-63 ketika João Pedro justru mencetak gol bunuh diri sehingga skor berubah menjadi 3-2.

Chelsea kemudian kembali menjauh pada menit ke-74. Cole Palmer melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang berhasil menaklukkan Bart Verbruggen dan mengubah skor menjadi 4-2.

Brighton masih memberikan perlawanan hingga penghujung pertandingan. Pascal Groß mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-90+6 untuk membuat skor menjadi 4-3. Namun, Brighton tidak memiliki cukup waktu untuk mencetak gol penyama kedudukan. Chelsea akhirnya mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.

Chelsea Efektif dalam Serangan Balik

Secara statistik, Brighton sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola. The Seagulls menguasai sekitar 74-75 persen bola, sedangkan Chelsea hanya sekitar 25-26 persen.

Namun, Chelsea jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. ESPN mencatat Chelsea memiliki expected goals (xG) 2,97 berbanding 1,49 milik Brighton. The Blues juga menciptakan lima peluang besar, sementara Brighton menghasilkan empat.

Strategi Xabi Alonso terlihat mengandalkan transisi cepat. Chelsea tidak berusaha mendominasi penguasaan bola, tetapi memilih bertahan lebih kompak dan menyerang dengan cepat ketika mendapatkan ruang.

Pola tersebut terbukti efektif pada tiga gol awal Chelsea. Lavia memanfaatkan kesalahan Brighton, Neto mencetak gol melalui serangan cepat, sedangkan João Pedro menyelesaikan rangkaian serangan yang diawali pergerakan Jorrel Hato.

Meski demikian, kemenangan ini juga memperlihatkan persoalan Chelsea di lini pertahanan. Keunggulan 3-0 sempat terpangkas menjadi 3-2 sehingga Brighton memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan.

Chelsea kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan mencatat tujuh gol, tetapi juga sudah kebobolan lima gol.

Susunan Pemain Chelsea

Formasi 3-4-2-1:

  • Emiliano Martínez
  • Wesley Fofana
  • Maxence Lacroix
  • Levi Colwill
  • Jorrel Hato
  • Roméo Lavia
  • Malo Gusto
  • Pedro Neto
  • Morgan Rogers
  • Cole Palmer
  • João Pedro

Cadangan: Mike Penders, Josh Acheampong, Pep Chavarría, Reece James, Valentín Barco, Moisés Caicedo, Estêvão, Jamie Gittens dan Danny Welbeck.

Susunan Pemain Brighton

Formasi 4-2-3-1:

  • Bart Verbruggen
  • Ferdi Kadıoğlu
  • Luka Vušković
  • Lewis Dunk
  • Olivier Boscagli
  • Mats Wieffer
  • Pascal Groß
  • Diego Gómez
  • Malick Yalcouyé
  • Maxim De Cuyper
  • Charalampos Kostoulas

Cadangan: Jason Steele, Pascal Struijk, Jaouen Hadjam, Promise David, Ibrahim Osman, Costinha, Amario Cozier-Duberry, Matt O’Riley dan Nehemiah Oriola.

João Pedro atau Pedro Neto, Siapa Pemain Terbaik?

João Pedro menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam pertandingan. Mantan pemain Brighton tersebut mencetak satu gol untuk Chelsea dan kemudian terlibat dalam gol bunuh diri yang membuat Brighton kembali ke pertandingan.

Namun, Pedro Neto terpilih sebagai pemain terbaik berdasarkan rating Sofascore, dengan nilai 8,4. Sofascore menilai kontribusi Neto sangat penting dalam kemenangan Chelsea.

Sementara itu, João Pedro terpilih sebagai Man of the Match versi Premier League. Penyerang asal Brasil itu dinilai memberikan pengaruh besar dalam permainan Chelsea meski penampilannya memiliki sisi negatif karena gol bunuh diri.

Cole Palmer juga layak mendapat sorotan. Golnya pada menit ke-74 menjadi penentu kemenangan Chelsea setelah Brighton memangkas keunggulan menjadi 3-2. Palmer juga mencatat dua key passes dan menyelesaikan laga dengan empat tembakan.

Kesimpulan

Kemenangan 4-3 menunjukkan Chelsea di bawah Xabi Alonso memiliki kekuatan besar dalam transisi dan penyelesaian akhir. Namun, lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah karena Chelsea kembali kebobolan tiga gol.

Brighton patut mendapat apresiasi karena mampu bangkit setelah tertinggal 0-3. Penguasaan bola mencapai sekitar 74 persen menunjukkan mereka mampu mengontrol permainan, tetapi efektivitas Chelsea dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda utama.

Dengan enam poin dari dua pertandingan, Chelsea mengawali era Xabi Alonso dengan dua kemenangan beruntun di Premier League. Tantangan berikutnya akan semakin berat karena The Blues dijadwalkan menghadapi Arsenal pada pertandingan liga berikutnya. (*)

Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026