WARTAKEPRI.co.id, BRIGHTON – Brighton & Hove Albion membuat kejutan besar pada pekan kelima Liga Inggris 2026/2027 setelah menghancurkan juara bertahan Arsenal dengan skor 3-0 di American Express Stadium, Sabtu (19/9/2026).
Tiga gol Brighton dicetak Pascal Groß menit ke-31, Charalampos Kostoulas menit ke-45, dan Chema Andrés menit ke-57. Kemenangan tersebut sekaligus menghentikan start sempurna Arsenal di Liga Inggris musim ini.
Arsenal sebelumnya memenangi empat pertandingan liga dan hanya kebobolan satu gol. Namun, menghadapi Brighton, tim asuhan Mikel Arteta kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi dan intensitas tuan rumah.
Meski hanya menguasai 40 persen penguasaan bola, Brighton lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. The Seagulls melepaskan 14 tembakan dengan lima mengarah ke gawang, sedangkan Arsenal hanya mencatat lima tembakan dan dua tepat sasaran.
Brighton membuka keunggulan pada menit ke-31. Pascal Groß menerima bola di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan akurat yang mengenai bagian dalam tiang dan masuk ke gawang David Raya.
Menjelang babak pertama berakhir, Charalampos Kostoulas menggandakan keunggulan. Penyerang muda tersebut melepaskan tembakan dari sekitar 25 meter yang tidak mampu dihentikan Raya.
Brighton kemudian mencetak gol ketiga pada menit ke-57. Tendangan sudut Groß disambut sundulan Chema Andrés yang membuat skor berubah menjadi 3-0.
Arsenal berusaha merespons melalui pergantian pemain, tetapi Brighton tetap mampu menjaga struktur pertahanan hingga pertandingan berakhir.
Analisis: Pressing Brighton Jadi Kunci
Kunci kemenangan Brighton terletak pada pressing agresif, intensitas permainan, dan efektivitas penyelesaian akhir.
Brighton tidak membiarkan Arsenal nyaman membangun serangan dari lini belakang. Tekanan tersebut memaksa pemain Arsenal melakukan sejumlah kesalahan teknis dan kehilangan duel.
Mikel Arteta mengakui Brighton memang tampil lebih baik. Menurut Arteta, Arsenal melakukan kesalahan teknis di area yang berbahaya dan kalah dalam sejumlah duel.
Kekalahan ini juga memperlihatkan persoalan Arsenal ketika menghadapi tekanan tinggi. Lini tengah yang biasanya menjadi sumber kontrol permainan kesulitan mengalirkan bola dengan cepat.
Sebaliknya, Brighton mampu menjaga intensitas dari awal hingga akhir. Bahkan, skor 3-0 dinilai belum sepenuhnya menggambarkan dominasi tuan rumah karena Brighton masih memiliki sejumlah peluang tambahan.
Susunan Pemain
| Brighton & Hove Albion | Arsenal |
|---|---|
| Bart Verbruggen | David Raya |
| Ferdi Kadioglu | Jurriën Timber |
| Luka Vuskovic | Ezri Konsa |
| Pascal Struijk | Gabriel Magalhães |
| Olivier Boscagli | Riccardo Calafiori |
| Chema Andrés | Declan Rice |
| Yasin Ayari | Bruno Guimarães |
| Diego Gómez | Bukayo Saka |
| Pascal Groß | Martin Ødegaard |
| Maxim De Cuyper | Christos Tzolis |
| Charalampos Kostoulas | Kai Havertz |
| Pelatih: Fabian Hürzeler | Pelatih: Mikel Arteta |
Data susunan pemain menunjukkan Brighton menggunakan formasi dasar 4-2-3-1, sementara Arsenal juga turun dengan struktur 4-2-3-1.
Pascal Groß Jadi Pemain Terbaik
Pascal Groß menjadi salah satu figur paling menentukan dalam kemenangan Brighton.
Gelandang veteran tersebut mencetak gol pembuka sekaligus memberikan assist melalui sepak pojok untuk gol Chema Andrés. Performa tersebut membuat Groß terpilih sebagai Man of the Match versi Premier League, setelah memperoleh 71 persen suara dalam pemungutan suara resmi.
Charalampos Kostoulas juga patut mendapat perhatian. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak satu gol dan menjadi bagian penting dari pressing Brighton yang membuat Arsenal kesulitan sejak awal pertandingan.
Komentar Pengamat Bola
Pengamat sepak bola Troy Deeney menyoroti buruknya penampilan Bruno Guimarães di lini tengah Arsenal. Deeney menilai pemain asal Brasil itu seharusnya sudah ditarik keluar pada babak pertama karena kesulitan menghadapi permainan Brighton. Guimarães akhirnya digantikan Mikel Merino pada menit ke-60.
Sementara itu, dari sisi Brighton, penampilan tuan rumah dinilai menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan penguasaan bola. Brighton mampu bertahan dengan disiplin, menekan Arsenal di area berbahaya dan menyelesaikan peluang dengan efektif.
Dampak ke Klasemen
Kemenangan tersebut membawa Brighton naik ke posisi ketiga dengan 10 poin dari lima pertandingan, sedangkan Arsenal turun ke posisi kedua dengan 12 poin, berdasarkan klasemen setelah pertandingan tersebut.
Brighton juga semakin menegaskan produktivitasnya. The Seagulls telah mencetak 16 gol dalam lima pertandingan, menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak di Liga Inggris pada titik tersebut.
Fakta Pertandingan
| Fakta | Brighton | Arsenal |
|---|---|---|
| Skor | 3 | 0 |
| Penguasaan bola | 40% | 60% |
| Tembakan | 14 | 5 |
| Tembakan tepat sasaran | 5 | 2 |
| Tendangan sudut | 5 | 6 |
| Gol | Groß, Kostoulas, Andrés | – |
| Poin setelah laga | 10 | 12 |
| Posisi sementara | 3 | 2 |
Catatan: Brighton memenangkan pertandingan bukan karena unggul penguasaan bola, melainkan karena mampu membuat Arsenal kehilangan kendali melalui pressing, memenangkan duel dan memanfaatkan peluang dengan sangat efektif. Bagi Arsenal, kekalahan 0-3 menjadi evaluasi penting setelah awal musim yang sebelumnya sempurna. (*)
Editor Dedy Suwadha






























