WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Abdul rasyid (65) hanya bisa pasrah dan terbaring lemas, dimana dirinya menjadi salah satu korban angin puting beliung yang menerjang rumahnya berada dibilangan RT 03, RW. 04, nomor 29, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Pria yang tinggal bersama anaknya Yani (40) tersebut, sangat mengharapkan bantuan untuk memperbaiki bagian atap rumahnya yang rusak parah akibat bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah tersebut.
“Bapak memanggil saya, Yani tolong Bapak Yani, akhirnya saya terbangun dan melihat konsisi ayah saya yang sudah tertimpa seng atap rumah, kejadiannya sangat singkat” terang Yani.
Akan tetapi, kata Yani beruntung saja orangtuanya tersebut hanya mengalami luka kecil saja pada bagian kepala. “Alhamdulillah, hanya luka memar saja pada bagian kepala Bapak saya, dan sudah di obati,” katanya.
Sehingga dirinya sangat berharap adanya bantuan untuk memperbaiki atap rumahnya, seperti seng, cat, serta kayu. “Suami saya tukang, jadi bisa memperbaiki dan memasang atap kembali seperti sedia kala, terkendal bahan material saja,” paparnya.
Sementara itu, saat peninjaun ke lokasi terjadinya bencana angin puting beliung, Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto menjelaskan bahwa, dari Dinas Sosial yang dibantu oleh Tagana sudah membuat dapur umum yang diperuntukan bagi warga yang terimbas bencana angin puting beliung.
“Selain itu juga dari PLN sudah memperbaiki instalasi jaringan kabel dengan kondisi rusak parah terkena angin yang memporakporandakan wilayah wilayah di Kelurahan Baran timur tersebut,” terangnya.
Menurutnya selain di wilayah kelurahan baran Timur, terdapat bebrapa titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karimun imbas dari angin puting beliung tersebut, diantaranya Baran Barat dan Harjosari, Kecamatan Tebing.
“Tindak lanjutnya akan terus dibahas, apa-apa saja yang diperlukan oleh masyarakat pada awal ini, termasuk rumah-rumah warta yang rusak parah, selain dari pada kebutuhan pangan (pokok), serta ketersedian air minum, dan sebagaian warga yang terkena musibah sebagian ada yang mengungsi ke sanak saudaranya,” jelas Heri.
Sementara itu, update terakhir perkembangan pasca musibah angin puting beliung pada masa siklon tropis molave ini, Koordinator Tagana Kabupaten Karimun, Dedi Risdianto menyebutkan bahwa, sudah tertangani dengan baik.
“Hanya saja sebagian masih memperbaiki instalasi seperti jaringan listrik yang rusak ringan dan kerusakan sedang yang tadi sudah berkoordinasi bersama PLN, dengan melibatkan seluruh Stakeholder terkait lainnya,” terang Dedi.
Selain itu ungkapnya, dari Dinas PU sendiri terus berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang diakibatkan oleh angin puting beliung.
“Untuk jumlah warga yang terdampak sebanyak 298 orang, dan untuk kerusakan rumah warga terdapat 78 unit rumah untuk wilayah Kecamatan Tebing dan Kecamatan Meral,” sebut Dedi.
Selain itu kata Dedi, untuk jumlah kerugian yang dialami warga belum dapat di hitung jumlahnya, masih dalam asesmen instansi terkait.
“Hingga saat ini Stakeholder dan instansi terkait serta jajaran TNI-Polriterus berupaya membantu warga yang terkena dampak angin puting beliung. Bantuanpun terus berdatangan mulai dari Pemerintah Kabupaten karimun sendiri, mapun pihak swasta, komunitas,” tandasnya.(*)
Reporter : Aziz Maulana





























