
NATUNA– TNI Angkatan Laut, Dispen Kormar (Natuna). Prajurit Satgas Kompi Komposit Marinir Natuna IV dan SAR gabungan melaksanakan pencarian jenazah warga yang tertimbun tanah longsor akibat hujan deras yang berkepanjangan.
Bencana tanah longsor ini terjadi pada hari Senin tanggal 06 meret 2023 sekitar pukul 11.00 sampai 11.30 WIB yang diperkirakan menelan korban kurang lebih 50 jiwa di desa Pangkalan, Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna kepulauan Riau.
Pada hari ini Prajurit Satgas dan SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban sejumlah 11 orang dan total yang telah dievakuasi dari hari kejadian hingga sekarang sekitar 22 orang.
Pencarian akan terus dilaksanakan semaksimal mungkin dan tetap memperhatikan faktor keamanan, Tim akan sangat berhati-hati, karena yang akan dievakuasi kondisinya sudah lebih dari dua hari, kita bersama perangkat Desa, Basarnas dan unsur yang lainnya akan terus membantu pencarian dan evakuasi sampai ketemu dan tetap semangat.
Di tempat terpisah, Komandan Satgas (Dansatgas) Mayor Marinir Heri Supriyadi mengamanatkan kepada Prajurit Satgas Kompi Komposit Natuna IV untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dalam pencarian korban sampai dinyatakan berakhirnya pencarian.
“Untuk personel yang terlibat agar cepat tanggap dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat dan tidak kalah pentingnya dalam penugasan ini harus tetap koordinasi serta bekerjasama dengan satuan kawan dan relawan yang terlibat dalam tugas kemanusiaan ini,” ujarnya.
Berdasarkan rilis tim gabungan Tanggap Bencana di Serasan dan Serasan Timur pertanggal 07 Maret 2023 jam. 20.00 WIB.
Data meninggal sebanyak 12 Orang dan sudah terindentifikasi, dan masih hilang 43 Orang, korban kritis 3 Orang dan sudah dikirim ke Pontianak via Bukit Raya & dikirim ke Ranai, 1 meninggal dalam perjalanan rujukan ke pontianak.
Adapun data pengungsi, masing-masing pengungsian Gedung Pos lintas batas Negara (PLBN) 219 orang, pengungsian Puskesmas 215 orang, pengungsian pelimpak dan Masjid Alfurqon 500 orang, pengungsian SMA 1 Serasan 282 orang. Dengan total keseluruhan pengungsi 1.216 orang.
Pulau Serasan merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Natuna. Terdiri dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Serasan dan Serasan Timur. Luasnya mencapai kurang lebih 226,58 km persegi dan didominasi oleh lautan.
Kecamatan Serasan jadi kecamatan dengan jumlah pulau paling banyak yang belum berpenghuni, yakni 30 pulau. Menurut data BPS tahun 2021, jumlah penduduk di kecamatan ini mencapai 5.266. Sementara itu, penduduk di Desa Pangkalan mencapai 527 orang.
Akses ke ibu kota Kabupaten Natuna, Kota Ranai, di Pulau Bunguran bisa dengan menggunakan transportasi laut selama lebih dari 12 jam. Untuk ke Pulau sebelahnya, yakni Pulau Subi, membutuhkan perjalanan laut sekitar 5-6 jam. Dua pulau itu juga lebih dekat ke Serawak, Malaysia. (Rk)





























