BATAM – Elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir melesat tempati posisi teratas sebagai calon wakil presiden (cawapres) potensial kuat untuk Pilpres 2024. Tren elektabilitas Erick Thohir tumbuh semakin positif.
Lembaga Survey dan Polling Indonesia (SPIN) mencatat, Elektabilitas Erick Thohir tempat posisi unggul dengan elektabilitas 18,2 persen. Disusul kemudian Agus Harimurti Yudhoyono 13,1 persen, dan Ridwan Kamil 10,3 persen.
Direktur SPIN Igor Dirgantara menyatakan, Erick Thohir konsisten meraih capaian elektabilitas positif sebagai Cawapres. Sehingga dapat menjadikannya figur cawapres terkuat pada Pilpres mendatang.
“Tren Erick Thohir menaik dilihat dari survei Februari 2023 lalu, demikian juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” ujar Igor.
Kondisi demikian, dia menambahkan, juga tidak terlepas dari citra positif masyarakat yang semakin kuat terhadap sosok eks Presiden Inter Milan ini. Sehingga menjadikan Erick Thohir figur cawapres yang potensial kuat.
Capaian demikian, dia mengungkapkan, berbanding terbalik dengan raihan yang didapatkan Ridwan Kamil. Dia menilai elektabilitas Ridwan Kamil menunjukkan penurunan secara signifikan.
“Sementara Ridwan Kamil menunjukkan tren menurun,” jelas Igor.
Diketahui Survei SPiN dilakukan pada priode 27 April – 4 Mei 2023 dengan melibatkan 1.230 responden menggunakan metode wawancara via telepon. Adapun margin of error survei +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
BACA JUGA Erick Thohir Resmikan Ruangan Khusus Media di GBK Arena
Hasil Lembaga Survei Lainnya
Sejumlah survei dan poling menunjukkan Menteri BUMN Erick Thohir memiliki elektabilitas yang tinggi. Polling Indonesia Lawyer Club (ILC) misalkan, menunjukkan Ketua Umum PSSI ini meraih 33 persen suara.
Survei nasional Indomatrik menunjukkan nama Erick Thohir sebagai kandidat cawapres terkuat dengan elektabilitas 16,5 persen. Erick menjadi kandidat dari kalangan religius dan teknokrat yang dinilai menjadi klaster cawapres yang paling diminati publik.
Capaian elektabilitas Erick Thohir konsisten tunjukkan peningkatan signifikan. Hal tersebut terekam dalam temuan survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada priode 11-17 April 2023.
Tren elektabilitas Erick Thohir konsisten alami kenaikan pesat mulai dari bulan Februari 17,5 persen serta Maret sebesar 11,3 persen. Kemudian melesat pada April menjadi 17,3 persen.
Erick Thohir dinilai menjadi figur yang layak dampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (cawapres). Daya elektoral kuat Erick Thohir menambah modal bertarung pada Pilpres 2024.
“Ya tentu bisa saling mengisi jika nanti kelak dipasangkan dengan figur capres yang berasal dari partai,” tutur Pengamat Politik Universitas Indonesia Ade Reza Hariyadi di Jakarta pada Ahad (7/5/2023).
Erick Thohir menjadi figur yang paling pas diusung sebagai cawapres mendampingi calon presiden berasal dari kalangan kader parpol kuat. Misalnya saja seperti Prabowo Subianto.
Dia berpandangan Erick THohir dapat menjadi pelengkap dan pelambung elektabilitas, karenanya berduet dengan Prabowo bakal menciptakan kekuatan politik besar. Kehadiran Erick Thohir banyak mendapat berkah elektoral di Pilpres mendatang.
Kondisi demikian semakin dikuatkan dengan latar belakang Eks Presiden Inter Milan ini yang bukan kader partai politik. Menjadikannya sosok tepat dampingi Menteri Pertahanan tersebut.
“Sementara beliau (Erick Thohir) dari kalangan profesional ini bisa saja saling melengkapi saling mengisi,” ucap Ade.(tribunnews/republika)































