WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Hingga saat ini, musibah meledaknya kapal tanker MT Nona Tang II di Pelabuhan Pantai Stres Jodoh masih belum terpecahkan. Termasuk keberadaan pelabuhan yang menjadi tempat bersandarnya kapal tersebut melakukan aktifitas kala itu, juga dipertanyakan perizinannya.
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Musofa mengatakan bahwa Pelabuhan Pantai Stres adalah pelabuhan tikus yang tidak terkontrol oleh pihak-pihak berwenang seperti Syahbandar, KPLP, KP3 dan Bea Cukai.
“Pelabuhan ini sebenarnya pelabuhan rakyat, tapi telah disalahgunakan karena tidak ada pejabat yang berwenang disana,” ujarnya kepada wartakepri.co.id, Rabu (30/11/2016).
Dikarenakan tidak adanya pejabat berwenang disana, tentu saja tidak ada yang bisa disalahkan. Menurutnya, pemilik kapal itu perlu dipertanyakan tentang keberadaannya bersandar di pelabuhan tidak resmi tersebut. Semestinya pemilik kapal yang harus diusut, tegasnya.
Oleh sebab itu, pihak berwajib diharapkan agar menelusuri tentang siapa saja yang bertanggungjawab dalam insiden meledaknya MT Nona Tang II. Sehingga dapat memberikan efek jera dan supaya tidak lagi terulang menggunakan pelabuhan tidak resmi sebagai tempat bersandar, pintanya. (san)






























