Home Batam Pariwisata Kepri Terancam Tertinggal, Kolaborasi Batam–Tanjungpinang–Bintan Jadi Kunci

Pariwisata Kepri Terancam Tertinggal, Kolaborasi Batam–Tanjungpinang–Bintan Jadi Kunci

Pariwisata Kepri Terancam Tertinggal, Kolaborasi Batam–Tanjungpinang–Bintan Jadi Kunci
Pertemuan antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang dengan Forum Industri Tour & Travel Batam yang digelar di kawasan Batam Center, Selasa (21/4/2026).
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

BATAM – Upaya mendorong kolaborasi lintas daerah dalam pengembangan pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau semakin menguat. Tanjungpinang dan Bintan dinilai tidak bisa berjalan sendiri tanpa menggandeng Batam sebagai pintu utama kunjungan wisatawan. Jika tidak, keduanya berisiko tertinggal dalam persaingan destinasi wisata.

Hal ini mencuat dalam pertemuan antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang dengan Forum Industri Tour & Travel Batam yang digelar di kawasan Batam Center, Selasa (21/4/2026).

Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Muhamad Nazri, mengakui daerahnya masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari aksesibilitas, amenitas hingga atraksi wisata. Karena itu, kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata Batam menjadi langkah strategis agar Tanjungpinang masuk dalam paket perjalanan wisata.

“Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri. Dengan keterbatasan yang ada, Tanjungpinang harus berkolaborasi, terutama dengan pelaku industri di Batam agar bisa masuk dalam itinerary wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, Batam saat ini menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Tingginya arus kunjungan tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi Tanjungpinang dan Bintan untuk ikut menarik wisatawan.

Namun demikian, pelaku industri mengingatkan bahwa kolaborasi harus dibarengi dengan pembenahan di lapangan. Ketua IPI Kepri, Tatik Manikowati, menyoroti sejumlah kendala yang masih sering dikeluhkan wisatawan.

“Kami siap mempromosikan, tapi harus ada perbaikan. Akses ke Pulau Penyengat masih jadi masalah, aturan sewa becak motor juga membingungkan. Kalau tidak nyaman, kami tidak akan jual paketnya,” tegasnya.

Menurutnya, kenyamanan dan kemudahan menjadi faktor utama dalam menentukan daya jual sebuah destinasi wisata.

Sementara itu, Founder ASPABRI, Surya Wijaya, menegaskan bahwa posisi Batam sebagai pusat kunjungan wisatawan tidak bisa diabaikan. Ia menilai Tanjungpinang dan Bintan harus menjadikan Batam sebagai mitra strategis, bukan pesaing.

“Batam adalah sentral kunjungan wisatawan. Kalau tidak berkolaborasi, bahkan memilih bersaing, maka akan semakin tertinggal. Solusinya adalah sinergi dan mempermudah akses wisatawan dari Batam,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Disbudpar Tanjungpinang juga memaparkan sejumlah program pengembangan destinasi. Pelaku industri travel di Batam menyatakan siap mendukung sekaligus memberikan masukan agar program yang disusun benar-benar berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Kolaborasi antara Batam, Tanjungpinang, dan Bintan pun dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pariwisata Kepri di tengah ketatnya persaingan destinasi, baik di tingkat nasional maupun regional. (hk)

Editor : Dedy Suwadha

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp