
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, mengingatkan pentingnya kesinambungan pembangunan antar pemimpin daerah.
Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri soft launching Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Karimun di kawasan Coastal Area, Jum’at (29/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ansar menilai keberhasilan penyelesaian Gedung MPP Karimun menjadi contoh nyata pentingnya melanjutkan program dan pembangunan yang telah dirintis pemimpin sebelumnya.
“Gedung MPP ini saya anggap sebagai karya terbaik Bupati Karimun sekarang. Awalnya gedung ini diusulkan oleh Bupati sebelumnya Nurdin Basirun, kemudian mulai dibangun oleh Aunur Rafiq dan akhirnya diselesaikan oleh Pak Iskandarsyah,” ujar Ansar.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjaga kesinambungan pembangunan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
“Jadi sebagai pemimpin itu kita memang harus saling berkesinambungan dengan pemimpin sebelumnya,” sambungnya.
Ansar juga mengungkapkan, selama menjabat sebagai Gubernur Kepri dua periode, dirinya turut melanjutkan sejumlah program yang telah digagas kepala daerah terdahulu karena dinilai memiliki dampak positif bagi daerah.
Ia mencontohkan proyek reklamasi di Tanjung Pinang yang sebelumnya digagas oleh mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan kini diteruskan oleh pemerintah provinsi.
Selain itu, Ansar juga menyebut rencana pembangunan monumen dan museum bahasa di Pulau Penyengat yang merupakan gagasan almarhum Muhammad Sani.
“Setelah kami kaji, ide tersebut sangat bagus dan memiliki dampak besar untuk Provinsi Kepri,” ungkapnya.
Ansar menegaskan, proyek pembangunan yang dibiarkan mangkrak tanpa kelanjutan dapat memberikan dampak kurang baik bagi daerah, baik dari sisi pelayanan masyarakat maupun efektivitas penggunaan anggaran.
“Saya berharap, setiap kepala daerah dapat mengedepankan kepentingan masyarakat dengan melanjutkan program-program pembangunan yang dinilai bermanfaat, tanpa melihat perbedaan kepemimpinan maupun periode pemerintahan,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis






























