
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Niat tulus membantu sesama justru membawa petaka bagi Firdaus alias Buyung, seorang tukang ojek yang sehari-hari mangkal di salah satu kedai kopi di Kelurahan Tanjung Balai Kota, Kecamatan Karimun.
Rasa iba kepada seorang pria berinisial AS, yang disebut-sebut merupakan teman anaknya dan sedang tidak memiliki tempat tinggal, membuat Buyung tanpa ragu membuka pintu rumahnya.
Ia berharap kebaikan yang diberikan dapat membantu AS bangkit dari kesulitannya. Namun harapan itu justru berakhir dengan dugaan penggelapan sepeda motor miliknya.
Buyung, warga Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, menceritakan, AS telah beberapa waktu tinggal di rumahnya.
Selama itu pula, ia menaruh kepercayaan penuh kepada pria yang diketahui bekerja sebagai buruh di kapal penangkap ikan tersebut.
“AS ini temannya anak saya. Karena dia saat itu tidak punya tempat tinggal dan saya merasa kasihan, makanya saya izinkan menumpang di rumah saya,” ujar Buyung, Sabtu (1/8/2026).
Kepercayaan itu semakin besar ketika AS meminjam sepeda motor miliknya. Awalnya, AS mengaku membutuhkan kendaraan tersebut selama dua hari untuk menemui bos kapal tempatnya bekerja dengan tujuan meminjam uang.
Setelah dua hari berlalu, AS sempat kembali menemui Buyung. Ia memberikan uang Rp200 ribu dan kembali meminta izin meminjam sepeda motor dengan alasan hendak pergi sebentar bersama anak Buyung.
“Dia datang memberikan uang Rp200 ribu, lalu bilang mau pinjam lagi motor saya karena mau pergi sebentar bersama anak saya,” kata Buyung.
Namun sejak saat itu, sepeda motor tersebut tak pernah kembali.
Rasa khawatir mulai muncul ketika Buyung menanyakan keberadaan motor kepada anaknya. Jawaban yang diterimanya membuat hatinya semakin kecewa.
“Saya tanya ke anak saya. Dia bilang motor saya beserta handphone anak saya dibawa pergi AS, sedangkan anak saya ditinggalkan sendirian di tempat mereka nongkrong,” ungkapnya.
Merasa telah menjadi korban dugaan penggelapan, Buyung akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Balai Karimun.
Ia berharap agar, aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporannya dan menemukan keberadaan pelaku maupun sepeda motor miliknya.
“Kami sudah membuat laporan ke Polsek Balai Karimun. Harapan kami, laporan ini bisa segera diproses agar motor saya dapat ditemukan dan pelakunya mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutup Buyung.
Penulis: Junizar
Editor: Azis






















